SANGATTA- Konsistensi pelaksanaan program peningkatan pendidikan dan kebudayaan tidak hanya dijabarkan dalam bentuk pembangunan sarana dan prasarana serta infrastruktur sekolah saja. Namun Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga konstrasi terhadap pengembangan mutu serta kualitas pada tenaga pendidik dan kependidikan. Hasilnya terlihat jelas, dari tahun ketahun angka kelulusan siswa sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA prosentesenya cenderung meningkat.


“Di tahun ajaran 2008/2009 awalnya hanya peserta ujian nasional dari tingkat SD saja yang prosentasenya mencapai 100 persen. Sedangkan SMP 99,77 persen, SMA 97 persen dan SMK 97,5 persen. Namun ditahun ajaran 2014/2015 angka kelulusan semua sekolah diseluruh tingkatan mencapai 100 persen,” jelas Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Kadisdikbud Iman Hidayat.
Ardiansyah menyebut trend peningkatan yang positif dari tahun ke tahun ajaran sekolah dipengaruhi oleh banyak factor. Diantaranya seperti sertifikasi guru pengajar, program penyetaraan guru, pemberian diklat implementasi kurikulum 2013 kepada seluruh guru baik negeri maupun swasta. Selain itu pemberian insentif yang memadai kepada guru pengajar turut mempengaruhi peningkatan kualitas mengajar. Pada akhirnya, sambung Iman, saat ini tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah yang berada di ibukota Kabupaten, dengan sekolah yang berlokasi di kecamatan.


“Kualitas sekolah semuanya sama baiknya. Karena selain didukung kualitas sekolah hingga guru pengajar yang baik, kepala sekolah yang ada juga turut melakukan serangkaian program inovasi dengan tujuan sekolah yang dipimpinnya mencapai standar akreditasi A,” jelas Bupati.
Ardiansyah berharap prestasi dan kualitas pendidikan yang telah dicapai saat ini dapat terus ditingkatkan. Sehingga dana pendidikan yang dialokasikan dari APBD Kutim melalui kebijakan pemerintah dapat termanfaatkan dengan baik sesuai target yang dicanangkan. (hms3)