Semangat “olah bebaya” (dayung bersama) atau bekerja bersama-sama seiras seirama kembali digiatkan oleh Bupati Kutai Timur Ismunandar. Hal itu dimaksudkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan di daerah ini. Semua pihak baik satuan kerja perangkat daerah (SKPD), stakeholder, masyarakat, termasuk media secara terpadu harus  bahu-membahu bekerjasama. Agar apa yang dicita-citakan bisa tuntas dan tidak terputus-putus. Bupati menyebut hal tersebut dapat diwujudkan apabila antara pemimpin, pejabat beserta perangkatnya sering bersama untuk menyamakan persepsi.
“Setiap Senin, mulai 21 Maret, saya akan menggalakkan kembali ‘coffee morning’ atau apalah sebutannya, mengundang seluruh SKPD hadir. Untuk menjaring semua masukan, ide dan saran guna percepatan program pembangunan. Di saat coffee morning, kita saling tukar informasi, juga menginventarisasi persoalan yang ada di masing-masing SKPD,”ujar  Ismu, saat ditemui awak media di ruang kerjanya pekan lalu.


Dengan begitu, persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui sejak dini. Dia merasa dengan waktu tidak terlalu lama masalah dimaksud dapat segera diatasi. Karena dia yakin bahwa tidak ada persoalan yang tidak terselesaikan jika komunikasi terjalin dengan baik.


“Keinginan kuat saya, kita harus ‘berlari kencang’ mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Paling tidak pemerataan kebutuhan dasar di tiap desa seperti jalan, air bersih dan listrik bisa terpenuhi,” harap Bupati.


Terkait persoalan energy listrik, menurut Ismu, pemerintah saat ini sudah mulai mengundang investor untuk mengembangkan sumber daya seperti pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan bakar pembangkit listrik ramah lingkungan. Perusahaan pengembang energy dimaksud diarahkan untuk menjalin kerjasama dengan 22 perusahaan minyak kelapa sawit (PMKS) yang ada di kecamatan.
“Targetnya listrik di ibukota kecamatan bisa menyala 24 jam pada 2018. Secara bertahap dipenuhi dulu daerah yang listriknya belum ada. Sementara yang sudah menyala enam jam ditingkatkan menjadi 12 jam, sudah menyala 12 jam ditambah lagi menjadi 24 jam,” sebutnya. (hms4)