Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

20 Pabrik CPO Beroperasi Pertambangan & Energi

Mampu Berproduksi Hingga 1.015 Ton Perjam

Dengan diresmikannya operasional pabrik crude palm oil (CPO) milik PT Anugerah Energitama di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi belum lama ini berarti sudah ada 20 pabrik yang aktif berorperasi memproduksi CPO dari hasil perkebunan kelapa sawit didaerah ini.

MENURUT Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kutim Akhmadi Baharuddin, dari 20 pabril CPO se-Kutim yang saat ini beroperasi, kapasitas yang terpasang sebesar 1.060 ton per jam dan dapat memproduksi CPO hingga 1.015 ton per jam.


Akhmadi mengatakan total produksi CPO dari seluruh kapasitas yang terpasang tersebut dapat meningkat diwaktu berikutnya sesuai dengan ijin produksi yang mencapati 1.255 ton per jam. Dijelaskan pabrik-pabrik dimaksud terbangun dan sudah beroperasi di beberapa kecamatan. Seperti di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng yang sudah beroperasi sejak tahun 2002 lalu milik PT Swakarsa Sinar Sentosa dan PT Kresna Duta Agroindo. Berikutnya pabrik CPO di Kecamatan Sangkulirang yang mulai operasional ditahun 2004 milik PT Etam Bersama Lestari. Ada pula beberapa yang beroperasi di Kecamatan Karangan, Telen, Muara Bengkal, Kaubun sejak tahun 2009, 2010 dan 2011 Seperti pabrik miliki PT Tepian Nadenggan, PT GUnta Samba, PT Karya Nusa Eka Daya, PT Telen Prima Sawit, PT Sawit Prima Nusantara. Berikutnya PT Telen Pengadan Bay dan PT SUmber Kharisma Persada. Sedangkan sisanya baru beroperasi di tahun 2012, 2013 serta tahun ini. Yakni milik PT Bima Palma Nugraha, PT Indonesia Plantation Synergy, PT Kemilau Indah Nusantara, PT Fairco Agro Mandiri serta terakhir PT Anugerah Energitama.
“Bahkan ada beberapa perusahaan yang sama memiliki lebih dari satu pabrik beroperasi,” sebut Akhmadi lagi.


Selain itu, tambahnya, masih ada dua pabrik kernel kelapa sawit yang beroperasi di Kutim. Yakni milik PT Swakarsa Sina Sentosa di Kecamatan Muara Wahau dan PT Indonesia Plantation Synergy dengan ijin kapasitas 200 ton per hari dan sudah terpakai sesuai kapasitas tersebut. Selanjutnya di tahun 2014 ini sudah ada 9 perusahaan juga sudah mulai membangun pabrik CPO, karena hasil dan produksi kelapa sawitnya sudah mulai menghasilkan.


Pabrik yang dibangun memiliki kapasitas mulai 30, 45 hingga 60 ton per jam. Akhmadi berharap bertambahnya jumlah pabrik dan progress peningkatan produksi CPO yang ada menciptakan multyflier effect bagi masyarakat. Seperti membuka lapangan pekerjaan, peluang usaha baru serta berdampak pada tumbung kembangnya perekonomian daerah, yang muaranya tentu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kutim. (kmf4)



Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58