Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Mengurus KTP-el Dan Akta Kelahiran Jadi Mudah Cukup Bawah Fotokopi KK Ke Disdukcapil Kutai Timur

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Januar PLA pada pertemuan dengan Badan  Penyelenggara Jaminan Sosial di ruang Ulin kantor Bupati beberapa waktu lalu. (foto alvian humas)

 

SANGATTA- Masyarakat Indonesia termasuk warga Kutai Timur (Kutim) kini semakin mudah mengurus KTP-el (kartu tanda penduduk elektronik) dan Akta Kelahiran. Cukup membawa fotokopi kartu keluarga (KK), tanpa perlu melampirkan surat pengantar RT/RW, desa ataupun kecamatan. Hal tersebut merupakan penyederhanaan pelayanan berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tanggal 12 Mei 2016 lalu. Ditujukan ke seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota.


“Seiring dengan semakin tertatanya database kependudukan di seluruh Indonesia, maka dalam pelayanan perekaman, penerbitan dan penggantian KTP-el yang rusak tidak mengubah elemen data kependudukan, perlu penyederhanaan prosedur,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Januar PLA dipertemuan dengan Badan  Penyelenggara Jaminan Sosial di ruang Ulin kantor Bupati beberapa waktu lalu.


Dalam pasal 2 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, menyatakan bahwa setiap penduduk berhak memperoleh dokumen kependudukan. Dari data nasional, kata Januar, sampai sekarang cakupan KTP-el baru 86 persen, sementara akta kelahiran baru 61,6 persen, maka perlu penyederhanaan prosedur.

Khusus di Kutim, warga yang sudah terekam KTP-el dengan masa berlaku seumur hidup jumlahnya sudah mencapai 186.328 orang. Akta kelahiran tercatat sebanyak 107.207 jiwa. Pengurusan dokumen kependukan juga tidak dipungut biaya.


Januar menjelaskan, sesuai surat edaran Mendagri penyelenggara administrasi kependudukan juga diwajibkan melaksanakan program “jemput bola”. Yakni dengan melakukan pelayanan keliling di sekolah, kampus, mall, perusahaan-perusahaan, panti jompo, lembaga pemasyarakatan dan kantor desa/kelurahan.


Dalam surat tersebut, Mendagri juga menginstruksikan instansi terkait untuk membuka loket khusus guna melayani penduduk yang belum memiliki KTP-el. Melaksanakan perekaman massal dan memberikan pelayanan rekam cetak di luar domisili sesuai amanat Peraturan Mendagri Nomor 8 Tahun 2016. Untuk urusan jemput bola, Disdukcapil Kutim sudah lebih dulu melaksanakan.

Beberapa waktu lalu Disdukcapil telah melakukan jemput bola ke beberapa perusahaan sawit untuk melakukan perekaman data. Kenyataannya, memang masih banyak warga yang ditemukan belum memiliki KTP-el bahkan tak mempunyai satu pun identitas diri.


“Kami (disdukcapil) sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar mereka mau bekerjasama untuk pendataan karyawan. Meski ada kendala, tetapi kami terus melakukan pendekatan agar mereka mau memberikan dokumen atau identitas apapun untuk perekaman data,” ujar Januar.


Lebih dari itu, guna menyasar lokasi yang sulit, Disdukcapil berencana mengusulkan satu unit kendaraan operasional lapangan. Sehingga memungkinkan perekaman data di lokasi dan tidak perlu ke kabupaten. Dia berharap usulan dimaksud disetujui, sehingga data penduduk dapat divalidasi dengan signifikan ”by name by adress”.

Data yang valid akan sangat berguna untuk kepentingan perkembangan Kabupaten Kutim. (hms4)



Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58