Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Biomassa Alternatif Energi Kelistrikan Di Kutim Pertambangan & Energi

 Menghadiri presentasi kelistrikan oleh PT.Growth Asiadi ruang Tempudau kantor Bupati (Yulius Alvian Humas)

 

Bupati : Diharapkan Kelistrikan Di Kutai Timur Bisa Tuntas Pada 2017

SANGATTA-Sebagai salah satu daerah penghasil sawit  terbesar di Indonesia,Kutim mempunyai potensi energi biomassa yang cukup besar. Diperkirakan potensi energi biomassa di Kutai Timur(Kutim) setara dengan 2,2 Giga Watt.Namun dari potensi energi biomassa yang dimiliki, pemanfaatannya baru mencapai sebagian kecilnya saja.Hal inilah yang dilirik oleh PT.Growth Asia untuk investasi kelistrikan di Kutai Timur.

 

Biomassa merupakan energi yang bersumber dari bahan-bahan alami seperti kayu, limbah pertanian, perkebunan, hutan, komponen organik dari industri dan rumah tangga serta kotoran hewan dan manusia. Biomassa dikenal sebagai zero CO2 emission, dengan kata lain tidak menyebabkan akumulasi CO2 di atmosfer.

Bupati Ismunandar sangat antusias dan merespon dengan baik rencana investasi tersebut mengingat kebutuhan listrik di Kutai Timur belum maksimal.Dengan banyaknya investor yang datang ke Kutim diharapkan kelistrikan di Kutai Timur bisa tuntas pada 2017 mendatang.

“Kita harapkan masalah listrik bisa terselesaikan secepatnya paling tidak 2017 mendatang semua desa bisa teralilri listrik.Banyaknya investor yang sudah pernah berinvestasi mudah-mudahan bisa menjawab kebutuhan listrik masyarakat di pedesaan,”ujarnya saat menghadiri presentasi kelistrikan oleh PT.Growth Asiadi ruang Tempudau kantor Bupati,Senin(22/08).

“Teknologi ramah lingkungan,biaya operasionalnya juga murah karena menggunakan bahan bakar yang banyak tersedia di Kutim,ya silakan survei kebutuhan potensi bahan bakunya seperti apa,kalau potensial segera dilanjutkan.Pemkab.Kutim akan bantu segi perizinan dan aspek administrasinya.Sekarang yang penting,tiap desaada listriknya.Pemanfaatan biomassa sebagai alternatif bahan bakar bisa mendongkrak perekonomian pedesaan dengan cara kerjasama BUMD dan juga koperasi atau kelompok tani”,terang Ismu.(hms4)
  



Berita Terkait



Masyarakat Wajib Waspada !

 Kepala Bagian Humas ...

Minggu, 17 Juli 2016 09:19:25

Peringati HANI, Pejabat Kutim Musnahkan Narkoba

Wabup Kasmidi Bulang didam...

Rabu, 20 Juli 2016 09:50:16

Halal Bi Halal KWS Dipastikan Semarak

 Bupati Kutai Timur I...

Rabu, 20 Juli 2016 10:14:01

Untuk Tingkatkan Silaturahmi RC Boat Dan RC Buggy Sangata Gelar Lomba

  Halal Bi Halal Jug...

Kamis, 21 Juli 2016 14:48:53