Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Kodim 0909 Sangatta Gelar Sosialisasi Pembinaan Tangkal Bahaya Bahaya Faham Komunis Dan Radikalisme Hukum

Dandim 0909 Sangatta saat menyampaikan arahan kepada seluruh personelnya terkait bahaya lanten faham komunisme dan radikalisme. (ist)
 
 
SANGATTA- Radikalisme dipahami sebagai suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Fenomena radikalisme memang sangat kental dikaitkan dengan aksi terorisme. Terorisme radikalisme dan ekstrim muncul sebagai bagian dari fenomena yang dihasilkan oleh sistem internasional. 
 
Paham Radikalisme, ekstrim dan terorisme merupakan salah satu ancaman nyata terhadap kehidupan dunia global. Dampak dari gerakan radikal dan teroris dapat berimplikasi terhadap dinamika ekonomi dan politik yang dapat mengalami guncangan yang tidak kecil, sehingga mampu menciptakan rasa tidak aman pada masyarakat luas.
 
Dengan latar belakang tersebut jajaran Kodim 0909 Sangatta lantas menggelar “Sosialisasi Pembinaan Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal”. Sosialisasi yang disampaikan langsung oleh Dandim 0909 Sangatta Lekol Inf Setyo Wibowo ini digelar di Makodim dan diikuti seluruh persolen TNI dilingkup Kodim 0909 Sangatta, belum lama ini.
 
“Kepada seluruh anggotanya dan masyarakat untuk terus mewaspadai akan bahaya laten komunis dan faham radikalisme yang mungkin muncul di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim),” pinta Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Setyo Wibowo. 
 
Orang nomor satu dijajaran Kodim 0909  Sangatta ini meminta seluruh personelnya agar tidak takut bertindak jika mengetahui indikasi tumbuh kembangnya komunisme atau PKI (Partai Komunis Indonesia). Kemudian bisa terus berhati-hati dan menjaga anggota keluarga, agar tidak sampai kecantol faham komunis ataupun faham radikal. Setyo menambahkan bahwa PKI adalah musuh bangsa Indonesia. Artinya tidak ada toleransi pada komunis untuk bisa lahir kembali di negeri ini. Sosialisasi ini secara khusus bertujuan untuk mencegas personel TNI beserta keluarga tertarik pada dalah faham komunisme atau radikalisme. Menurutnya sangat ironi apabila TNI beserta keluarganya masuk pada paham komunisme atau radikalisme, sementara TNI selalu dihadapkan pada tupoksi bela Negara.
 
Selain  itu, Dandim berharap pada para Babinsa di Desa binaannya untuk selalu aktif berinteraksi dengan masyarakat. Selanjutnya masyarakat sendiri diminta untuk tidak takut menyampaikan atau melaporkan kepada Babinsa ataupun Babinkamtibmas setempat jika menemukan ada hal mencurigakan.
 
"Dengan berinteraksi bersama masyarakat diharapkan dapat menjangkau info penting, tentang faham PKI maupun faham radikal yang bisa muncul ditengah-tengah kita," ujarnya dihadapan para Danramil, Babinsa, Anggota Sub Denpom Sangatta, Anggota Kodim serta ibu-ibu Persit KCK cab LVI. 
 
Sosialisasi ini mengambil tema “Melalui Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal Prajurit TNI-AD. Senantiasa Waspada dan Mampu Mengambil Langkah yang Tepat. Dalam Mengamankan serta Menjaga Keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Dalam Rangka Mencegah Segala Bentuk Ancaman Bangkitnya Kembali Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal". (hms7) 


Berita Terkait



Kodim 0909 Sangatta Gelar Sosialisasi Pembinaan Tangkal Bahaya Bahaya Faham Komunis Dan Radikalisme

Dandim 0909 ...

Senin, 28 November 2016 13:16:23

Iman Hidayat Ketuai PGRI Kutim Untuk Masa Bhakti Hingga 2020

Suasana pela...

Selasa, 29 November 2016 08:47:59

Atlet Taekwondo Kutim Kembali Berjaya Rebut 27 Medali Kejurprov Di Samarinda

Para atlet t...

Selasa, 29 November 2016 08:55:03

Moratorium UN Tak Masalah Bagi Kutim Karena 85 Persen Sekolah Sudah Berstandar Nasional

UN bagi sisw...

Selasa, 29 November 2016 08:59:28