Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Bupati Apresiasi Pembangunan Rel Kereta - Karena Bisa Serap Naker dan Tingkatkan Perekonomian Umum & Ekonomi

Ground breaking proyek pembangunan rel kereta api pertama di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) (hasim humas)
 
 
SANGATTA- Ground breaking proyek pembangunan rel kereta api pertama di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang baru pertama kali dilaksanakan di Kalimantan Timur (Kaltim) oleh Gubernur Awang Faroek Ishak, Kamis, (1/12) lalu diapresiasi positif oleh Bupati Kutim Ismunandar.
 
Bupati Kutim Ismunandar yang turut mendampingi Gubernur bersama Wabup Kasmidi Bulang hari itu mengatakan bahwa adanya proyek pembangunan rel kereta api didaerah ini akan memberikan dampak positif. Antara lain bisa menambah penerimaan tenaga kerja (naker), menambah perputaran ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
“Mudah-mudahan kegiatan (proyek pembangunan rel kereta api) ini cepat terealisasi. Sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat,” harap Ismunandar.
 
Agar pembangunan jalur rel kereta api bisa cepat rampung, Ismu meminta pihak perusahaan untuk terus berkoordinasi dan komunikasi yang baik dengan para pihak terkait. Mulai dari Pemkab Kutim hingga masyarakat disekitar area proyek pembangunan.
 
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada kesempatan itu mengatakan bahwa program KEK di Maloy sudah diprogramkan sejak 15 tahun yang lalu. Waktu itu, kata Awang, banyak pihak yang tidak yakin dengan program dimaksud. Karena masih ada batu bara, minyak dan gas sehingga agribisnis tidak pernah dilirik. 
 
Orang nomor satu di Pemprov Kaltim ini menyebut dukungannya kepada Bupati Kutim Ismunandar bukan tanpa alasan. Alasan utama tak lain karena Ismu berkomitmen untuk tetap memajukan sektor pertanian dalam arti luas. Menurut dia satu periode jabatan kepala daerah sangat singkat, beruntung jika bisa dua periode. Untuk itu dia meminta Bupati bisa menjadi arsitek dalam mengembangkan daerah untuk membangun masa depan Kabupaten.
 
”Saya dukung (Ismu) karena mau melanjutkan program Gerdabangagri (gerakan daerah pengembangan agribisnis). Hal ini penting karena visi dan misi daerah tidak boleh berubah. Membangun konektifitas antara wilayah perlu dibangun, (karena) tidak akan mungkin Kaltim maju dan berkembang kalau infrakstrukturnya tidak dibangun. Agribisnis salah satu muara pembangunan itu,” sebutnya. 
 
Direktur Utama PT Surya Ganda Manajemen Tekhnik Indonesia (PT SGMTI) Dennis Muratov yang menjadi investor pembangunan rel kereta api mengatakan seluruh negara yang ada didunia memerlukan infrakstruktur. Pembangunan rel kereta di Kutim ini bisa menjadi “motor” penggerak perekonomian didaerah.  
 
“Kami manjamin masyarakat lokal akan di libatkan dalam hal pengembangannya,” ungkap Dennis. 
 
Untuk diketahui, pada tahap pertama proyek ini dibangun sepanjang 195 kilometer (km) dan tahap kedua 125 km. Sehingga total panjang rel kereta yang akan dibagun adalah 320 km. Menghubungkan Kecamatan Kaliorang, Bengalon, Muara Wahau, Ancalong di Kutim dan Kecamatan Tabang di Kutai Kartanegara.  Kedepan kereta api diproyeksikan mengangkut batu bara, CPO (crude palm oil), hasil HTI (hutan tanaman industry), karet, coklat dan bisa mengangkut penumpang. (hms8).
 


Berita Terkait



Sangkima Lama Pernah Jadi Lumbung Padi Pemkab Berencana Kembali Kembangkan Persawahan

Bupati dan w...

Senin, 28 November 2016 13:12:32

Zainuddin Aspan Jabat Kepala BKPP Kutim Dilantik Bupati Sesuai Nomenklatur Baru

Prosesi peng...

Kamis, 1 Desember 2016 09:47:42

Kampanye Pakai Helm SNI - Di Launching Bupati, Untuk Keselamatan Pengendara

Bupat...

Jumat, 2 Desember 2016 09:16:07

Meski Dialihkan ke Provinsi, Anggaran SMA-SMK Tetap Dicadangkan

Bupati saat ...

Jumat, 2 Desember 2016 10:27:18