Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Merangkap Jadi Petani - Mantan Camat Long Mesangat Sukses berkebun Semangka Pertanian

Perkebunan semangka di Kecamatan Long Mesangat. (Foto :Istimewa)
 
 
 
SANGATTA- Banyak kalangan mungkin mengenal Kecamatan Long Mesangat sebagai penghasil kelapa sawit, karet, padi sawah atau kacang tanah saja. Tapi jangan salah, ternyata kecamatan yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ini juga memiliki potensi hasil bumi lainnya yakni semangka.
 
Ajuansyah, mantan Camat Long Masangat yang saat ini menjabat Sekretaris Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) berhasil membuktikan hal itu. 
 
“Kami sudah dua tahun berturut-turut menanam semangka, alhamdulillah berhasil,” kata Ajuansyah yang untuk potensi semangka ini, dia ingin dikenal sebagai petani.
 
Pria ini mengaku mengambangkan semangka di area tanam seluas 1 hektare (ha). Dengan jenis semangka inul maduri (daging kuning), arsenal (non biji) juga semangka lonjong (daging merah), serta mengembangkan melon. Dengan jangka waktu tanam sekitar dua bulan dan sudah bisa dipanen. Dengan areal 1 ha tersebut, Ajuansyah mengatakan dapat memanen semangka seberat 35 ton. Saat panen dia biasa dibantu oleh dua karyawan.
 
Mengenai sistem pengairannya, menggunakan irigasi dari air Sugai Mesangat yang cukup dekat dengan areal perkebunan semangka. Kendati demikian, dia tetap menghadapi kendala seperti saat melakukan sistem perkawinan silang tanaman, karena seringnya turun hujan dan diserang hama tikus. 
 
Untuk diketahui, perawatan kebun semangka seluas areal 1 ha membutuhkan pupuk kandang sebanyak 200 sak, NPK Mutiara 6 sak dan KCL 3 sak. Setelah panen dapat menghasilkan buah semangka dengan berat rata-rata 3–8 kilogram. Dengan harga jual Rp 6.000 per/kg. 
 
“Direncanakan tahun ketiga akan kembali menanam. Mengenai pemasarannya pembeli datang dari Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
 
Aju, sapaan akrab Ajuansyah mengatakan pengembangan tanaman menjalan ini dilakukan melihat potensi lahan yang masih luas. Sambil menunggu tanaman kelapa sawit menjadi besar, sistem tumpang sari.
 
Sementara Camat Long Masangat Darmansyah mengaku slaut dan mengapresiasi atas apa yang dilakukan koleganya tersbeut. Dia berharap apa yang dilakukan Ajuansyah dapat menginspirasi warga kecamatannya untuk mau lebih memaksimalkan lahan miliknya.
 
“Jika pejabat saja mau turun kelapangan mengolah tanah dan berkebun mengembangkan potensi desa tentu masyarakat juga harus bisa melihat potensi perkebunan selain sawit. (Sebab) Di Long Mesangat masih banyak lahan kosong yang bisa dimamfaatkan sebelum tanaman kelapa sawit menjadi besar seperti yang dilakukan Ajuansyah,” jelas Darmansyah.
 
Dalam pengembangan potensi tersebut, Darmansyah menambahkan beberapa pihak bisa di ajak kerja sama. Seperti pemerintah desa, kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder. Sehingga pengembangan potensi perkebunan dan pertanian secara umum dapat lebih dimaksimalkan lagi. Tentunya masyarakat diharapkan lebih aktif membangun komunikasi dengan para pihak terkait, agar mampu mengembangkan potensi. Khususnya diwilayah tempatnya bermukim. (hms8)
 


Berita Terkait



Agar Fokus Dan Tuntas Masalah Listrik Dan Air Bersih Kembali Dibahas

Rapat coffee morning memb...

Selasa, 24 Mei 2016 11:29:05

Puisi Penggugah Kalbu Di Apel Ikrar Kebangsaan Nusantara Bersatu

Pembacaan pu...

Kamis, 1 Desember 2016 09:43:38

Defisit Hambat Program Akreditasi A Seluruh Sekolah.

Iman Hidayat...

Senin, 5 Desember 2016 10:16:05

Dekranasda Kutim Coba Potensi Enceng Gondok - Untuk Jadi Barang IKM Masyarakat

Pengurus dek...

Selasa, 6 Desember 2016 09:13:57