Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pancasila Sudah Final ! Nasional

Suasana pelaksanaan peringatan hari lahir Pancasila yang dipimpin Bupati Kutim Ismunandar selaku inspektur upacara di halaman Makodim 0909 Sangatta. (Foto:Hasyim Humas)

 

SANGATTA- Peringatan hari lahir (Harlah) Pancasila ke 74 di Halaman Kodim 0909 Sangatta berlangsung khitmad, Kamis (1/6) kemarin. Upacara dipimpin langsung Bupati Ismunandar ini merupakan kali pertama digelar di Kutim. Hadir mengikuti kegiatan tersebut yakni Wakil Bupati (Wabup) Kasmidi Bulang, Sekertaris Kabupaten (Seskab) Irawansyah, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta, Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Setyo Wibowo dan Kapolres Kutim AKBP Rino Eko.
 
Peringatan Harlah Pancasila ini, didasari Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 24 Tahun 2016 menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Harla Pancasila. Karenanya, setiap 1 Juni pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia diminta melaksanakan upacara, terhitung mulai tahun ini. Sekaligus ditetapkan sebagai hari libur nasional.
 
Saat menjadi inspektur upacara, Bupati Kutim H Ismunandar menyampaikan Harlah Pancasila harus jadi ajang untuk meneguhkan komitmen. Agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai luhur pancasila sebagai dasar berbangsa serta bernegara.
 
"Ini merupakan jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan diseluruh pelosok nusantara. Sehingga kita bisa membagun kesepakatan bangsa yang mempersatukan." kata Bupati saat membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo.
 
Perlu diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Ini sudah merupakan takdir tuhan. Indonesia mulai Sabang sampai Merauke dihiasi keberagaman di dalamnya, mulai dari etnis, bahasa, adat itiadat, agama, kepercayaan, dan golongan semuanya bersatu membentuk bhineka tunggal ika.
 
"Kehidupan berbangsa mengalami tantangan, kebhinekaan kita diuji. Ada pandangan dan tindakan mengacam kebhinekaan, sikap tidak toleran dengan mengusung ideologi selain Pancasila, ditambah lagi penyalahgunaan media sosial yang menggaungkan kabar bohong (Hoax)." katanya. 
 
Pria yang akrab disapa Ismu ini menuturkan masyarakat perlu belajar dari pengalaman buruk Negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme, dan perang saudara. Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damai, adil, makmur ditengah kemajemukan.
 
Nah, untuk menjaga itu haruslah dilandasi pancasila, UUD 1945 dalam bingkai NKRI, dan bhineka tunggal ika sehingga bisa terhindar pengalaman buruk Negara lain. Para ulama, ustadz, pendeta, pastor, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI, dan Polri harus mengetahui nilai Pancasila. (hms8)

 


Berita Terkait



Bincang Anti Korupsi bersama Kejari Sangatta - Bupati Ajak Masyarakat Cegah Korupsi

KOMPAK : Kep...

Selasa, 6 Desember 2016 09:00:33

PDAM Cabang Muara Bengkal Diresmikan - Baru Bisa Layani Empat Desa

Peresmian se...

Rabu, 7 Desember 2016 09:42:13

Sebelum Memimpin, Pimpinlah Keluarga

Bupati Kutim...

Rabu, 7 Desember 2016 09:51:05

Dari Silaturahmi  IGI Dengan Bupati Kutim - Guru mengabdi Diatas 3 Tahun, Akan Di TK2D-kan

Bupati Ismun...

Rabu, 7 Desember 2016 09:55:27