Minggu (23/6) lalu, Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur diguncang oleh kemeriahan pengumuman pemenang sayembara nasional "Penulisan Otonomi Daerah" Tingkat SLTA/Sederajat dan Perguruan Tinggi untuk mahasiswa Strata 1, yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Gramedia Expo jalan Basuki Rachmat Surabaya.

LOMBA yang digelar di Jatim dengan daerah lain agak berbeda. Yang membedakan antara Jatim dengan Provinsi lainnya adalah pembagian zona pemenang untuk tingkat SLTA sederajat hingga 3 wilayah, antara lain zona Surabaya, zona Malang, dan zona wilayah Jatim diluar Surabaya dan Malang. Dalam kesempatan tersebut hadir Asisten Kesra Pemerintah Kota Surabaya Hari Siswanto Anwar, Ketua Perhiptani Jatim Bambang, dan tokoh-tokoh masyarakat dan pendidikan di Jatim.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor yang juga Bupati Kutim mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Pemkot Surabaya bersedia  menjadikan wilayahnya sebagai tempat pengumuman pemenang sayembara penulisan otonomi daerah. "Antusias peserta yang mengirimkan karya tulisnya dalam ajang ini sangatlah luar biasa, dan saya sangat berterimakasih untuk hal itu. Melalui karya-karya yang sangat bernilai dan penting bagi perkembangan otonomi daerah," jelas Isran Noor.

Dihadapan peserta dan tamu undangan, Isran Noor menekankan mengenai betapa pentingnya pelaksanaan sayembara ini dilakukan. Karena pelaksanaan Otonomi Daerah baru berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama, untuk itu perlu dilihat sejauh mana perkembangan keberhasilan dan kekurangan dari pelaksanaan otonomi daerah selama ini. "Banyak pandangan dan anggapan mengenai Otda dari masyarakat, oleh sebab itu saya ingin mengetahui pandangan dari komunitas intelektual mengenai Otda. Yang menyasar siswa-siswi SLTA sederajat dan Mahasiswa-Mahasiswi S1. Bahkan dari laporan dari panitia pelaksana, terdapat 4.200 peserta lebih yang mengikuti pelaksanaan sayembara menulis ini," ungkap Ketua Apkasi.

Isran sangat bangga dengan antuasiasme peserta baik dari tingkatan SMA sederajat dan mahasiswa S1 yang begitu peduli dengan pelaksanaan otonomi daerah selama ini. Dari semua tulisan yang masuk dalam tangan panitia banyak pandangan positif mengenai laju otonomi daerah sekarang ini. "Saya sangat bangga dengan pandangan para siswa dan mahasiswa," tegas Isran Noor yang juga Bupati Kutai Timur ini.

Nama pemenang penulisan tingkat SLTA sederajat untuk untuk zona surabaya Juara I didapatkan Kunti Badiah dari SMAN 20 Surabaya, Juara II Muhammad Hafizhuddin Zhafiri SMAN 19 Surabayaa, Juara III Eka Indiriani SMAN 1 Surabaya. Zona Malang Juara I Desi Rahmawati Putri Akhiri SMKN 3 Malang, Juara II Diyan Tri Atmoko SMKN 1 Turen, dan Juara III Risfia Ayu Zakaria SMA Laboratorium UM Malang. Untuk zona wilayah Jatim diluar Surabaya dan Malang yaitu Juara I Sumantri dari SMAN 2 Lamongan, Juara II Dhenik Munfarida SMAN 1 Nganjuk, dan Juara III Ratna Fadillah Rahmawati SMAN 2 Tuban.
Ketua Panitia Sofyan Hasdam Penulisan Otonomi Daerah menyebutkan untuk pemenang tingkat Perguruan Tinggi S1, Juara I diperoleh oleh Agung Khuluq dari Universitas Jember. Juara II Dhimas Handhi Putranto dari Universitas Jember, dan Juara III diperoleg Muhammad Rizki Pratama dari Universitas Airlangga Surabaya. "Kami memang sengaja membuat tiga zona untuk sayembara penulisan otonomi daerah tingkat SLTA sederajat di Jatim, mengingat provinsi ini memiliki penyebaran jumlah sekolah yang lebih banyak dibanding provinsi lainnya. Selain Jatim, sebelumnya kami telah mengumumkan pemenang di Provinsi Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan," tukasnya. (kmf3)