Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Banyak Kantor dan Hotel Tak Punya Alat Damkar - DPKP Ajukan Perbup Penyediaan Alat Pemadam kebakaran Kutai Timur

Alat pemadam standar untuk dikantor (Foto:Syahid Humas)
 
 
 
SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan mewajibkan semua gedung dan perkantoran SPBU,Bengkel dan kos-kosan serta bangunan berlantai dua ke atas wajib memiliki alat pemadam api ringan (apar) atau fire protection. Hal ini mengantisipasi sejak awal jika terjadi kebakaran di dalam gedung atau perkantoran sebelum api tambah besar.Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) tengah menyusun draft Peraturan Bupati (Perbup) tentang kewajiban setiap gedung,perkantoran,pusat perbelanjaan,SPBU, bengkel, ruko dan kos-kosan.

“Semua bangunan pertokoan, perbelanjaan, hotel, perkantoran, tempat hiburan, industri, pabrik, wajib memiliki alat pemadam kebakaran,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Rizali Hadi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelamatan Joko Sutikno  akhir pekan lalu.

Menurut Sutikno alat damkar  yang dimaksud antara lain alat pemadam api ringan (apar), alat pemadam api berat (apab), ataupun hydrant, yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya.
Setiap semester ,minimal setahun sekali melakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala apakah alat damkar berfungsi dengan baik atau tidak. Termasuk memeriksa kualitas sistem fire protection dari sprinkler yang dipasang di langit-langit gedung yang dapat memberikan tanda bahaya ketika terjadi potensi kebakaran seperti adanya gumpalan asap, gas maupun temparatur tinggi dalam ruangan.

“Setiap gedung baik itu perkantoran, tempat perbelanjaan atau bahkan rumah toko (ruko) wajib memiliki apar berupa fire protection yang berasal dari sprinkler ataupun adanya hidran depan gedung yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil air ketika terjadi kebakaran,” sebut Sutikno.

Gedung yang memiliki apar namun tidak berfungsi dengan baik segera  diganti demi keselamatan dan keamanan orang ataupun barang yang berada di dalam gedung. DPKP  hanya membantu  pengecekan dan rekomendasi alat yang seharusnya segera diganti.

“Kita tidak sediakan alat, kita hanya merekomendasikan alat apa saja yang harus segera diganti karena tidak berfungsi. Kalau apab itu biasanya digunakan di rumah sakit seperti tabung besar gas. Sedangkan kalau apar hanya berupa sprinkler dan tabung kecil yang disimpan di dinding,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun DPKP Kutim, kebanyakan Hotel dan Perkantoran belum memiliki alat pemadam kebakaran yang standar. “ Pengamatan kami di lapangan,ternyata masih banyak gedung yang belum memiliki apar apalagi apap, jalur emergency( darurat) juga belum maksimal diperhatikan,” terangnya.(hms7)


Berita Terkait



22 Siswa SMKN 2 Sangatta Langsung Bekerja di Kapal Taiwan

Para peserta...

Selasa, 18 Juli 2017 08:28:10

Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi "Tenak Q" - Agar Mudah Mendata Hewan Para Peternak

KKN UGM (Ist...

Selasa, 18 Juli 2017 10:10:14

Bupati Perintahkan Satpol PP Pantau Pasar Tumpah - Untuk Cegah Hilangnya Estetika Kota

Ilustrasi (D...

Selasa, 18 Juli 2017 10:18:45

Banyak Kantor dan Hotel Tak Punya Alat Damkar - DPKP Ajukan Perbup Penyediaan Alat Pemadam kebakaran

Alat pemadam...

Selasa, 18 Juli 2017 10:36:48