Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Empat Orang Gepeng Diamankan Sosial & Kesehatan

DITANYA. Anggota Satpol PP ketika menanyakan empat orang yang diduga gepeng yang terjaring dalam razia penertiban dan dinilai resahkan masyarakat dengan cara meminta-minta uang (Foto bahar/humas)
SANGATTA- Menindaklanjuti laporan warga yang merasa resah dengan maraknya pencari rizeki dengan cara meminta-minta uang pada masyarakat pada tempat strategis (umum) serta mendatangi rumah-rumah penduduk di bulan suci Ramadan 1434 Hijriah ini, maka anggota Satpol PP  giat turun lapangan melakukan penertiban.

Alhasil, dalam razia, Selasa (23/7) lalu, empat orang pendatang baru asal Sumenep, Madura terjaring untuk diamankan beserta barang bukti berupa uang, Kartu Tanda Penduduk, tas dan lainnya.
Dua diantaranya perempuan dan dua laki-laki.

Mereka adalah, Marhawi (57) ditangkap petugas Satpol PP di jalan APT Pranoto saat melakukan aksi mengemis dengan barang bukti Rp 87.600 dan mie instan. Sedangkan Misnawa (60) diamankan di Gang Sahara, Sangatta Lama dengan barang bukti berupa uang Rp 103.700, tas merah, handphone dan minyak dalam botol kecil. Sementara   Pa’jama (70) diamankan di dekat Tailor Rauda Teluk Lingga beserta barang bukti berupa uang Rp 778.500 dan dompet. Begitu pula Maawi(59) diamankan karena diduga mengganggu ketertiban umum dengan modus menjual surat Yasin. Barang bukti Maawi berupa uang Rp 177.200, tas hitam berisi buku mini bertulis huruf Alquran surat Yasin.

“Dari empat orang yang diamankan itu, seorang di antaranya sudah pernah dijaring dalam razia penertiban,” beber Kepala Satpol PP Sarwono Hidayat melalui Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kasmir. Menurutnya, usai pemeriksaan dan diambil datanya di Kantor Satpol PP, Kawasan Pusat Perkantoran Bukit Pelangi,  empat orang tersebut akan menjalani proses hukum selanjutnya, yakni sidang di Pengadilan Negeri Sangatta sebagai langkah pembinaan memanusiakan manusia yang dilandasi hati nurani berdasar pada aturan yang berlaku.

“Dari awal Ramadan sudah mulai melakukan penertiban, namun hanya memberi teguran lisan bila ada orang didapati sedang mengganggu keteriban umum. Namun rupanya, teguran itu tidak diindahkan sehingga mau tak mau karena ini tugas kami, peminta-minta itu diamankan,” tegas Kasmir yang diiyakan Kepala Seksi  Pengembagan Kapasitas Satpol PP Adiluddin. Penertiban selama Ramadan terus giat dilakukan anggota Satpol PP. Jadwal tugas sudah disusun demi memudahkan anggota Satpol PP dalam berkoordinasi untuk lancarnya penegakan hukum bagi pelaku tindak pidana ringan.

Langkah ini dilakukan agar Kutim tetap kondusif. Diharapkan para dermawan sebaiknya menyalurkan sedekahnya pada loket-loket resmi seperti  di kotak amal atau ke lembaga yang resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim dan sebagainya. Ini dimaksud agar oknum tak bertanggungjawab tidak lagi marak berkeliaran memanfaatkan momentum bulan puasa ini dengan modus meminta sumbangan dengan membawa dokumen palsu dan diduga mencatut nama pejabat untuk biaya pembangunan rumah ibadah. (kmf2)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58