Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Gemar Belajar Kitab Kuning - Siti Aisyah Sabet Juara 2 Nasional MQK Keagamaan

Bupati Ismunandar menyerahkan penghargaan kepada Siti Aisyah juara 2 Nasional MQK (syahid humas)
 
 
 
SANGATTA- Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali dibuat bangga oleh capaian prestasi Siti Aisyah. Berkat kegemaran dan ketekunannya belajar kitab Kuning, Siiti Asiyah yang tercatat sebagai siswi Pesantren Knona Kholil Kecamatan Teluk Pandan tersebut berhasil merebut juara 2 Nasional di ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) di Jepara, Jawa Tengah, 30 Desember 2017 lalu.
 
Keberhasilan Siti Aisyah mengharumkan nama Kutim dikancah nasional ini diapresiasi oleh Bupati Kutim Ismunandar dengan penghargaan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang dan Kelapa Kemenag Kutim Ambotang usai upacara peringatan Hari Amal Bakti ke 72 Kementerian Agama Republik Indonesia beberapa waktu lalu.
 
Setelah menyerahkan penghargaan, Bupati mengaku bangga atas prestasi yang kebali diraih puteri terbaik Kutim. Terlebih prestasi yang diraih masih dibidang keagamaan yakni ilmu Agama Islam. Dia berharap prestasi yang diraih Siti Aisyah dapat menginspirasi generasi muda di Kutim lainnya.
 
“Siti Aisyah dapat menjadi contoh dan inspirasi, apabila melakukan sesuatu senang dan tekun tentunya dapat membuahkan prestasi. Selain menjadi kebanggaan diri sendiri, keluarga dan masyarakat, setiap prestasi tentunya akan mengharumkan nama daerah. Semoga siswa lainnya dapat mengikuti,” harap Ismunandar. 
 
Saat ditemui, Siti Aisyah mengungkapkan bahwa kesukaannya terhadap kitab kuning dimulai sejak ia duduk di kelas 1 hingga sekarang di kelas 3 SMP. Metode latihan dan waktu belajarnya juga ikut mendukung capaian prestasi tersebut.
 
"Saya belajar tiap habis selesai sholat, (seperti) habis sholat subuh, ashar dan magrib," ungkap remaja berhijab kelahiran Bontang 16 Agustus 2002 silam.
Dia mengaku saat berkompetisi banyak menghadapi pesaing berat dari perwakilan provinsi seluruh Indonesia. Saat lomba, peserta diminta membaca kitab lalu mengartikannya. Selanjutnya ditanya oleh para juri terkait bacaan yang dibaca tersebut. Walau sudah berprestasi, putri dari pasangan Ibu Marpiah dan Bapak Marsohip tetap berjanji terus belajar sekaligus membagikan ilmu yang didapat kepada adik-adik kelasnya. 
 
Ketua Pesantren Knona Kholil Ahmad Juhair mengungkapkan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pihaknya dilakukan selama 8 bulan khusus untuk menghadapi MQK. Ada 13 santri yang lolos ikut seleksi di Kemenag Kutim hingga Provinsi Kalimatan Timur (Kaltim). Namun yang berhasil hingga ke nasional hanya tiga. Dia berharap masyarakat terus memberi doa dan dukungan agar prestasi yang telah diraih bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan.
 
"Kita pertahankan juara dengan mengkader lebih banyak santri lagi. Tahun 2018 kita usahakan 30 santri bisa ikut lomba," bebernya. (hms7)



Berita Terkait



Danlanal Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke 72

Danlanal San...

Senin, 13 November 2017 11:01:50

Gemar Belajar Kitab Kuning - Siti Aisyah Sabet Juara 2 Nasional MQK

Bupati Ismun...

Kamis, 25 Januari 2018 14:57:04

Camat dan Kades Peroleh Pencerahan DBH

Bupati dan W...

Sabtu, 27 Januari 2018 18:48:09

Kutim Tuan Rumah Rakor Indakop UMKM - 266 Peserta Se-Kaltim Tampilkan Produk Unggulan

PRODUK UNGGU...

Rabu, 14 Maret 2018 10:20:27