Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Bupati Bakal Terbitkan Perbup Jam Malam - Agar Anak Usia Sekolah Tak "Nakal" Diluar Rumah Pendidikan

Bupati Kutim Ismunandar
 
 

SANGATTA- Melihat fakta masih maraknya anak-anak usia sekolah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang doyan menyalahgunakan lem (ngelem) atau obat batuk komix (ngomik) untuk mabuk menggantikan minuman keras ataupun narkoba, Bupati Kutim Ismunandar kembali berpikir serius untuk menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberlakuan jam malam bagi anak usia sekolah.


"Dulu mau diterbitkan Perbup jam malam, katanya melangar HAM (hak asasi manusia) dan banyak orang tua yang menentang. Tapi pada kenyataannya sekarang makin banyak anak-anak yang (mabuk) memakai lem dan komix," sebut Ismu dengan perasaan miris.


Maka dari itulah rencana penerbitan Perbup ini kembali dimunculkan. Rencana penerbitan Perbup tersebut menurut Ismu tak lepas dari fakta dilapangan bahwa hingga saat ini ditempat-tempat tertentu, biasanya diluar pantauan masyarakat masih ditemukan sampah bekas lem dan komix di lokasi yang disinyalir menjadi tempat "pesta" para remaja. Belum lagi anak-anak yang memang kedapatan petugas sedang mabuk menggunakan dua barang itu. Dengan alasan tersebut, Bupati mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan segera menerbitkan Perbup dimaksud. Mengenai kapan terbitnya, Ismu belum bisa memastikan. Namun yang jelas saat ini semua masih dalam tahap pengkajian. Lantas sanksi apakah yang bakal diterima anak usia sekolah apabila melanggar Perbup jam malam? Ismu mengatakan nantinya semua anak yang melanggar pemberlakuan jam malam, terutama yang kedapatan sedang "fly", maka akan ditangkap berikutnya diberi arahan dan dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing.


"Ketahuan (melanggar jam malam dan mabuk) tangkap, ketahuan lagi ya tangkap lagi, sampai jera. Kalau ada orang tua yang tidak setuju dengan Perbup (pemberlakuan jam malam) ini, artinya ada yang 'salah' dengan orang itu," tegas Ismu lagi.


Dikesempatan berbeda, Wakil Bupati Kasmidi Bulang dalam rapat Coffee Morning pernah menyampaikan bahwa memang hingga sekarang dia masih menerima laporan dari masyarakat maupun petugas Satpol PP, bahwa dibeberapa titik terutama tempat sepi masih menjadi favorit anak-anak untuk ngelem dan ngomix.


"Untuk itu saya minta Satpol PP bekerjasama dengan pihak terkait lainnya agar lebih aktif mengumpulkan informasi sekaligus mengintensifkan pengamanan tempat-tempat (rawan ngelem dan ngomix) tersebut," kata Kasmidi tanpa menyebut lokasi dimaksud. (hms3)


Berita Terkait



Soal Tarif PDAM Yang Bakal Naik - Bupati: Pastikan Tidak Memberatkan Warga

Bupati saat ...

Rabu, 9 Agustus 2017 13:41:40

Silaturahmi Bapor Korpri Kutim-Bontang

Penuh kebers...

Sabtu, 2 September 2017 00:16:54

Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan Dukung Sangkulirang Rock Art

Mendikbud Mu...

Senin, 2 Oktober 2017 10:21:37

HUT ke-18 Kutim Dilaksanakan Sederhana Namun Tetap Semarak

Suasana Coff...

Selasa, 3 Oktober 2017 10:05:27