Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Tak Libur, Bupati Pilih Resmikan GPIB di Kongbeng Kutai Timur




SANGATTA- Bukannya menikmati akhir pekan  Bupati Kutim H Ismunandar pada Minggu (11/2/2018), malah menggunakan hari libur pegawai untuk melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Kongbeng. Sejak pukul 08.30 wita, Bupati didampingi isteri Ny Hj Encek UR Firgasih melakukan perjalanan ke Kongbeng untuk meresmikan Gedung Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Pospelkes Maranatha di Desa Sidomulyo.


Setibanya di lokasi peresmian sekitar pukul 13.00 wita, Bupati beserta rombongan disambut hangat oleh jemaat gereja dan warga setempat dengan hangat. Mengalungi Bupati dengan hiasan manik dan menyuguhi berbagai tarian daerah hingga lantunan paduan suara. Ikut dalam rombongan antara lain Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha, beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan beberapa pejabat lain. Camat Kongbeng Furkani dan Camat Muara Wahau Irang Ajang.


Bupati Kutim H Ismunandar sebelum peresmian berterimakasih kepada Pemerintah Kecamatan, aparat kepolisian dan lainnya bahu membahu memelihara keberagaman dalam situasi yang kondusif.


"Inilah namanya kita semua berpartisipasi memelihara kebhinekaan," sebut Ismu.


Kepada seluruh masyarakat yang hadir, Ismu berharap warga bisa membina lingkungan yang tenteram, dimulai dari keharmonisan keluarga. Sebab jika keluarga tak harmonis, bisa jadi generasi muda yang dilahirkan menjadi penerus tak berkualitas. Maka dari itu untuk membentuk generasi muda yang bermoral spiritual terbaik, diperlukan sentuhan kasih sayang dari para orang tua dalam keluarga.


"Kalau satu keluarga sejahtera, satu RT sejahtera, satu desa dan satu kecamatan sejahtera, barulah kita bicara Kabupaten Kutai Timur yang sejahtera," sebut Ismu lagi.


Sebelumnya Camat Kongbeng Furkani menjelaskan bahwa daerahnya hingga saat ini terus dalam keadaan kondusif. Dengan melibatkan semua pihak, keamanan lingkungan dan kerukunan antar umat beragama selalu dijaga serta ditingkatkan. Bahkan Pemerintah Kecamatan Kongbeng memberikan bantuan plasma sawit, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kecamatan dalam pengembangan sektor keagamaan.


Pendeta Joy Wongkar Majelis GPIB Samarinda menjelaskan pembangunan gereja memakan waktu sekitar 8 tahun. Dengan proses penyelesaian dan kelengkapan yang terus dibenahi. Dia berharap gereja dapat digunakan sebaik-baiknya untuk ibadah umat Kristen Protestan di Kongbeng.


Damaskus yang ditunjuk sebagai Panitia Peresmian Gereja melaporkan spesifikasi bangunan gereja. Luas bangunan 10x27 meter. Didirikan diatas lahan pemberian Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi seluas 50x100 meter menyedot dana Rp 1,5 milyar.


"Sumber dana (pembangunan gereja) dari jemaat, donatur umat Kristen," katanya.


Dia menyebut jemaat yang ada adalah majemuk, karena bersuku beda, dari berbagai daerah seperti Jawa, dari timur, Bali hingga Dayak. Dari 17 kepala keluarga, dengan semangat memelihara kerukunan antar umat beragama. Damaskus berterimakasih karena perhatian dan dukungan Pemkab Kutim selama ini kepada umat GPIB.


Majelis GPIB Maranatha Marten L di lokasi yang sama mengatakan membangun itu mudah namun pemeliharaannya yang sulit. Untuk itu dia berharap seluruh masyarakat dan jemaat untuk merawatnya sebagai tempat beribadah. Tak lupa berterimakasih kepada Bupati Ismunandar yang telah memimpin pemerintahan dengan perhatian luar biasa kepada pengembangan keagamaan. Diakhir acara, prosesi penandatanagan prasasti dan tarian tor-tor menjadi penutup kegiatan peresmian. (hms3/hms10)


Berita Terkait



Soal Tarif PDAM Yang Bakal Naik - Bupati: Pastikan Tidak Memberatkan Warga

Bupati saat ...

Rabu, 9 Agustus 2017 13:41:40

Silaturahmi Bapor Korpri Kutim-Bontang

Penuh kebers...

Sabtu, 2 September 2017 00:16:54

Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan Dukung Sangkulirang Rock Art

Mendikbud Mu...

Senin, 2 Oktober 2017 10:21:37

HUT ke-18 Kutim Dilaksanakan Sederhana Namun Tetap Semarak

Suasana Coff...

Selasa, 3 Oktober 2017 10:05:27