Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Kutim dapat Bantuan 1.500 Lampu dari Samsung - Lokasi Pertama di dua desa Kecamatan Kaubun Kutai Timur

KAUBUN SIAP TERANG: Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekkab Irawansyah, tim Samsung Indonesia didampingi PMI Kaltim dan PMI Kutim dalam momen kerja sama bantuan lampu lantern di ruang Wakil Bupati Kutim. (Foto: Irfan/humas)



SANGATTA-Dalam waktu dekat warga di Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bisa menikmati penerangan pasalnya perusahaan raksasa elektronik asal Korea yaitu Samsung bertandang ke Kantor Bupati kawasan Bukit Pelangi, Senin (12/2), dalam kegiatan kunjungan memberikan bantuan sebanyak 1.500 Lampu Lantern (Solar Cell) berkekuatan tenaga matahari. Pihak Pemkab Kutim melalui Wakil Bupati Kasmidi Bulang didampingi Sekkab Irawansyah menerima kedatangan tim Samsung Indonesia yaitu Head of Corporate Ennita Pramono bersama Kepala Markas PMI Kaltim Nasdiono dan Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kutim Ewil Alejo.
 
Dalam bantuan ini Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengacungi jempol perhatian dari Samsung, atas nama Pemkab Kutim ini menjadi terobosan positif menerangi kehidupan warga terutama yang tinggal di pedalaman.
 
“Saya sangat berterima kasih atas Samsung turut membantu perhatian dengan program kerja bantuan lampu lantern terutama untuk kebutuhan listrik warga Kutim. Pemkab selanjutnya siap membantu dalam pendistribusian lampu ini langsung ke masyarakat Kaubun dengan berkoordinasi dengan Camat dan PMI Kutim dalam armada transportasi,” jelasnya.
 
Head of Corporate Ennita Pramono menjelaskan program ini menjadi kelanjutan dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus dilanjutkan dan terus bersinergi dengan partner-partner di Kutim yaitu salah satunya Pemkab Kutim. Sebelumnya program bantuan ini sudah berjalan di kawasan  di Flores dan Papua.
 
“Kedatangan kami dari Samsung Indonesia untuk meminta dukungan dari Pemkab Kutim memberikan bantuan yaitu 1.500 lampu lantern. Setelah ada pertemuan ini, tim Samsung segera bertolak ke Kaubun untuk mengecek lokasi bantuan,” jelasnya.
 
Ennita menambahkan Kutim bisa mendapatkan bantuan awalnya ada proposal dari PMI ke Samsung, selanjutnya setelah hasil assesment PMI pusat dari Indonesia ada beberapa dari daerah yang membutuhkan air bersih dan salurannya. Akhirnya ada dua daerah yang terpilih yaitu di timur bagian Kalimantan dan timur bagian jawa.
 
“Hasil dari assessment, Samsung menetapkan memilih lokasi dua daerah yang terpilih salah satunya Kutim. Jadi bukan di kutai aja, ada timur bagian jawa,” tambahnya.
 
Diriya juga menceritakan sumbangan solar lantern ini diharapkan masyarakat lebih produktif lagi karena bisa melihat dengan penerangan ketika tidak ada cahaya seperti anak-anak ketika mengerjakan pekerjaan rumah (PR) saat pulang sekolah minim penerangan akhirnya tidak bisa belajar ini berbicara dari perhatian ke dunia pendidikan. Keluarga juga bisa lebih berinteraksi lagi, ketika bapaknya memberi nafkah ke laut ataupun sawah dan ibunya sibuk sendiri.
 
“Jika ada penerangan semua bisa berkumpul bersama. Waktu yang berharga untuk keluarga bisa lebih dapat lagi. Contohnya ketika Samsung membantu Desa Lani Jaya di Papua, seorang ibu melakukan produksi pangan yang bisa dijual yang biasanya didalam satu bulan menghasilkan 1 noken (tas khas dari papua), nah setelah ada lampu itu mereka bisa mengerjakan hingga antara 3 sampai 5 noken dan ini meningkatkan pendapatan mereka. Bantuan dari Samsung electronics buat kehidupan manusia,” tambahnya.
 
Keistimewaan dari Lampu Lantern ini yaitu maintenance nya gampang dan sederhana. Bila terkena air juga tidak masalah, asalkan tidak kelelep terlalu lama. Karena ada lapisan plastiknya ketika dipakai langsung dicas panel solarnya langsung ke matahari sifatnya portable memancarkan lampu. Lampu ini bentuknya kecil dan bisa digunakan sampai 12 jam. Cara penggunaanya tidak rumit dengan bantuan recharge (dijemur) menggunakan matahari.
 
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kaltim Nasdiono mengutarakan ini memang hal yang tidak kita duga setelah program 3 tahun dengan Samsung untuk membangun fasilitas air tiba-tiba ada tawaran untuk distribusi yaitu lampu dengan kekuatan matahari.
 
“Kami dari PMI Kaltim bersyukur  dan menyambut baik kemudian langsung menawarkan ke Kutim. Pasalnya Provinsi yang meminta ada dua pilihan yaitu Berau atau Kutim. Nah, akhirnya diputuskan ke Kutim karena lebih membutuhkan. PMI langsung bersurat ke Pemkab Kutim jika berkenan untuk membantu distribusi pengiriman lampu ke Kaubun dan jawaban Pemkab Kutim bersedia.
 
Nasdiono menambahkan setelah kunjungan ini rombongan PMI Kaltim dan PMI Kutim mendampingi Samsung melakukan peninjauan di dua desa tersebut mudah mudahan langsung ada jawaban dari Samsung tinggal menunggu proses pendistribusiannya.
 
“PMI sebagai patner pemerintahannya siap sekuat tenaga membantu jalur distribusi lampu dari Sangatta ke Kaubun karena jumlahnya sangat besar. Dari pengamatan PMI, listrik 3 tahun lalu di Kaubun memang belum maksimal. Ketika nanti Kaubun sudah tercover penerangan, momen selanjutnya ke kecamatan lainnya juga menjadi perhatian mendapatkan bantuan. Apa yang sudah dirintis pembangunan oleh PMI melalui fasilitas air, sanitasi, dan penerangan terus bermanfaat buat masyarakat sekaligus bersinergi dengan Pemkab hingga ke kecamatan untuk terus mengedukasi memanfaatkan fasilitas ini,” tutupnya. (hms13)


Berita Terkait



Tiba Di Makkah, Wabup Sambangi Calhaj Kutim - Berharap Rangkaian Ibadah Haji Lancar

Wabup Kasmid...

Selasa, 29 Agustus 2017 12:04:22

Kasmidi : Waspada Potensi Disintegrasi Bangsa

Foto bersama...

Rabu, 4 Oktober 2017 12:53:28

Temui Warga,Wabup Lesehan di Halaman Kantor Bupati

KEBER...

Selasa, 24 Oktober 2017 09:21:58

Fraksi Golkar Beberkan Pandangan Terkait 4 Raperda OPD di Minta Pro Aktif

USULA...

Jumat, 17 November 2017 09:54:04