Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Wabup Kasmdi Buka Seminar dan Workshop Keperawatan Sosial & Kesehatan

Wabup Kasmidi memberikan sabutan tanda dibukanya Seminar dan Workshop Keperwatan (Jani Humas)


 
SANGATTA –  Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim)  H. Kasmidi Bulang membuka secara resmi seminar dan workshop Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kutim di ruang Meranti Kantor Bupati, Jumat (9/2/2018).
Kegiatan yang dilaksankan selama 2 hari ini sejak jumat (9/2) hingga Sabtu (10/2) diikuti sebanyak 350 perawat yang berasal dari 16 puskesmas kecamatan se Kutim, rumah sakit maupun klinik swasta.
 
Para perawat tersebut akan mendapatkan materi tentang registrasi dan re-registrasi Surat Tanda Registrasi (STR) perawat, uji kompetensi jabatan fungsional perawat serta peranan PPNI dalam menjaga standar kesejahteraan perawat.
 
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari dewan pengurus PPNI Kutim dengan tujuan meningkatkan, mutu, wawasan, ilmu pengetahuan serta update keilmuan keperawatan dan juga meningkatkan kemampuan perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan terbaik kepada masyarakat.
 
Sambutan Bupati yang dibacakan Wabup H. Kasmidi Bulang bahwa keperawatan mengembang suatu misi dan tujuan, untuk menjadi perawat yang profesional, berwawasan  serta mampu  bersaing di era pasar global. Perawat harus selalu mengembangkan dirinya dengan berpikiran positif, kreatif dan menjunjung tinggi norma dan kode etik serta aktif dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. 
 
“Pemkab Kutim berkomitmen bahwa tenaga medis merupakan ujung tombak kesehatan. Untuk itu setiap perawat dan dokter harus mengikuti berbagai pelatihan agar tidak ketinggalan onformasi dan teknologi kesehatan terbaru. Pelatihan ini juga mampu meningkatkan motivasi dan kinerja yang baik sehingga pasien bisa dilayani secara profesional,” ujar Kasmidi.
 
Maka dari itu komitmen Pemkab Kutim terus berusaha memperhatikan kesejahteraan para tenaga medis seperti dokter, bidan dan perawat khususnya di pedalaman. Kemudian soal peningkatan gaji, menurut Kasmidi, wajar para perawat menuntut karena profesi perawat tidak semua orang memiliki profesi tersebut. 
 
“Kedepan pemkab Kutim akan memverifikasi ulang seluruh data tenaga kesehatan. Untuk penghasilan diupayakan mendekati Upah Minimun Kabupaten (UMR), tentunya hal ini diukur sesuai dengan beban kerja dan penempatan kerja,” ungkap orang nomor dua dikutim ini.
 
Sebelumnya, Ketua PPNI Kutim, Thowil mengungkapkan kalau Pemkab Kutim bisa keluar dari kesulitan keuangan, pihaknya berharap gaji para perawat di Kutim, dinaikkan.

“Mewakili teman sejawat, kami harap penghasilan perawat di Kutim bisa seperti perawat di daerah lain di Kaltim, tetapi tentu tetap memperhatikan kondisi keuangan sekarang,” ujar Thowil.
 
Mengusung tema urgensi registrasi perawat dalam hukum praktik keperawatan profesional, PPNI Kutim menghadirkan narasumber Sekretaris PPNI Kaltim, Ismansyah dan anggota DPRD Kutim yang aktif di bidang kesehatan, Uce Prasetyo serta turut hadir Kepala dinas Kesehatan Kutim Bahrani. (hms 10)




Berita Terkait



Tiba Di Makkah, Wabup Sambangi Calhaj Kutim - Berharap Rangkaian Ibadah Haji Lancar

Wabup Kasmid...

Selasa, 29 Agustus 2017 12:04:22

Kasmidi : Waspada Potensi Disintegrasi Bangsa

Foto bersama...

Rabu, 4 Oktober 2017 12:53:28

Temui Warga,Wabup Lesehan di Halaman Kantor Bupati

KEBER...

Selasa, 24 Oktober 2017 09:21:58

Fraksi Golkar Beberkan Pandangan Terkait 4 Raperda OPD di Minta Pro Aktif

USULA...

Jumat, 17 November 2017 09:54:04