Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Hari Ini Dimulai Lagi Imunisasi Massal KLB Difteri - Berlangsung Sejak 21 Februari-15 Maret Sosial & Kesehatan

Pelaksanaan imunisasi massal KLB difteri hari ini mulai dilaksanakan kembali. Masyarakat diimbau aktif mendatangi tempat pelayanan. (Foto:istimewa)


SANGATTA- Hari Ini pelaksanaan imunisasi difteri secara massal bagi masyarakat usia 1-19 tahun gratis kembali dimulai. Sejumlah Puskesmas, Posko serta fasilitas lainnya sudah dalam posisi siap sejak dua hari terakhir.

"Jumlah sasaran kali ini sebanyak 76.917 jiwa usia 1-19 tahun dengan pelaksanaan terjadwal disemua sekolah dan posyandu," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Yuwana Sri Kurniawati selaku Ketua Pelaksana Tim Penanganan KLB (Kondisi Luar Biasa) Difteri Kutim.

ORI (Outbreak Responze Immunization) tahap 1 khusus Kecamatan Teluk Pandan, Kaubun Bengalon dan tahap 2 untuk Sangatta Utara dan Selatan akan dilaksanakan mulai tanggal 21 Februari 2018. Tepatnya berlangsung sejak 21 Februari-15 Maret 2018 mendatang. Sedangkan untuk penyelesaian vaksin di beberapa TK di Sangatta Utara dan Selatan akan dilaksanakan pada 19-20 Februari kemarin.

Petugas yang terlibat membantu pelaksanan ORI mencapai 150 orang. Mulai dokter, perawat, hingga bidan dari Puskesmas. Selain itu fasilitas dan SDM dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit swasta  dan pemerintah serta fasilitas kesehatan TNI-Polri juga turut mendukung kegiatan ini. 

"Untuk kelancara dan kesuksesan kegiatan vaksinasi massal ini, kami berharap masyarakat bisa sevara aktif mendatangi Puskesmas atau Posko-Posko pelayanan vaksin difteri," harap Yuwana.

Penting diketahui difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.  Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Penularan yang perlu diwaspadai, seperti terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum. Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk. Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

"Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin," tegas Yuwana yang kesehariannya mengenakan hijab tersebut. (hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58