Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Resmikan Empat Kantor Koperasi Sawit di Kongbeng - Bupati Mengaku Takjub Kemajuan Petani Transmigran Pertanian

Bupati Kutim H. Ismunandar saat meresmikan penggunaan empat kantor koperasi perkebunan kelapa sawit di Kongbeng (fuji humas)
  
 
SANGATTA- Kamis (22/2/2018) kemarin menjadi salah satu hari membahagiakan bagi Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar. Betapa tidak, hari itu Bupati didaulat menandatangani prasasti peresmian penggunaan empat kantor koperasi milik masyarakat. Kantor koperasi yang diresmikan oleh Bupati yakni Koperasi Perkebunan Karya Baru bermitra dengan PT Tapian Nadenggan, Pusat Koperasi Perkebunan Kongbeng Bersatu bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo. Serta Koperasi Sawit Bersama bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo dan Koperasi Sawit Prima Jaya Bermitra dengan PT Tapian Nadenggan.
 
Peresmian dilakukan ditengah-tengah perkebunan plasma milik masyarakat di Kecamatan Kongbeng. Disaksikan Dirjenbun Kementerian Pertanian RI Ir Bambang MM, Deputi Menko Perekonomian Bidang Pangan dan Pertanian Ir Musdalifah Mahmud MT, Kepala Sekretariat ISPO Ir Azis Hidayat, Direktur Tanaman Tahunan Ir Irmia R Nurbahar. Dari jajaran perusahaan ada Presdir PT Smart tbk Daud Darsono, CEO Perkebunan Sinar Mas 3 Suryant Bun, Kadisbun Kaltim Ujang Rahmad, Camat Kongbeng Furkani, Camat Muara Wahau Irang Ajang, Camat Telen Edd Sofiansyah serta beberapa pejabat lingkup Pemkab Kutim. Ratusan masyarakat, anggota dan pegurus koperasi serta karyawan perkebunan sawit juga turut menghadiri acara dimaksud.
 
Bupati saat itu mengaku sangat bahagia melihat kemajuan usaha masyarakat ditiga kecamatan yakni Kongbeng, Muara Wahau dan Telen. Apalagi sejarahnya dulu dimasa-masa program transmigrasi kisaran 1990, ia menjadi salah satu anggota tim Bappeda Pemprov Kaltim dalam penyiapan daerah transmigrasi di pedalaman.
 
"(Keberhasilan) Ini menakjubkan," kata Ismu senang. "Kalau yang berhasil (sekarang) ini adalah saudara-saudara saya (warga) transmigrasi, harus kita akui karena beliau-beliau ini adalah pembabat alas," tambahnya.
 
Sedikit mengulang sejarah masa lalu, Ismu menjelaskan bahwa awal tahun dua ribuan, potensi siklus perputaran uang didaerah tersebut sangatlah besar. Hingga membuat perbankan dari Berau membuka cabangnya di Mara Wahau. Tentunya sangat tidak mengejutkan apabila saat ini perkembangannya lebih pesat. Bahkan melebihi prediksi sebelumnya, belum 20 tahun sudah sangat berkembang. Selanjutnya demi kemajuan daerah, masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kerjasama antar semua pihak. Ismu menganggap semua warga dari berbagai etnis di Kongben, Telen dan Wahau adalah orang Kutim. Contoh jika ada orang Jawa di pedalaman artinya dia adalah orang Kutim, sementara keluarga yang di Jawa adalah nenek moyang.
 
Tak lupa orang nomor satu di Pemkab Kutim ini berterimakasih kepada PT Sinar Mas yang telah memberikan pembinaan bagi masyarakat disekitarnya. Mengembangkan perkebunan inti bersamaan dengan kebun swadaya masyarakat. Maksudnya saat kebun inti panen, maka kebun masyarakat juga ikut panen. Terakhir dia mengucapkan selamat kepada empat koperasi yang kantornya telah diresmikan penggunaannya. 
 
Sebelumnya Dirjenbun Kementerian Pertanian RI Ir Bambang MM banyak menjelaskan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit yang telah berhasil dikembangkan oleh Indonesia banyak diterpa isu miring karena persaingan bisnis antar Negara. Padahal sebenarnya kelapa sawit menjadi komoditi alternative yang dapat mendukung pengembangan pangan dan energy terbaharukan.
 
"Suatu ketika nanti, sawit ini akan menjadi jawaban kebutuhan energy dunia," jelasnya.
 
Dia berharap petani bisa meningkatkan produktifitas lahannya sehingga meningkatkan produksi sawit. Saat ini pemerintah pusat tengah mendata kebun-kebun swadaya masyarakat. Kabupaten Kutim diharapkan menjadi contoh tata kelola kebun yang baik bagi daerah lainnya. Untuk itu dia mengucapkan terimakasih dan selamat kepada semua pihak yang telah bekerjasama baik dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan kepala sawit.
 
Deputi Menko Perekonomian Bidang Pangan dan Pertanian Ir Musdalifah Mahmud MT pada kesempatan itu turut memotivasi warga untuk terus semangat memajukan sektor perkebunan kelapa sawit. Sebab tujuan dari dikembangkannya kebun sawit adalah untuk menyejahterakan masyarakat. 
 
"Mari mengembangkan dan mengelola kebun sawit dengan standar ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Bapak-bapak (pemilik kebun) harus bangga karena kepala sawit saat ini juga menjadi salah satu penyumbang terbesar devisa Negara," katanya. (hms3)



Berita Terkait



Soal Tarif PDAM Yang Bakal Naik - Bupati: Pastikan Tidak Memberatkan Warga

Bupati saat ...

Rabu, 9 Agustus 2017 13:41:40

Silaturahmi Bapor Korpri Kutim-Bontang

Penuh kebers...

Sabtu, 2 September 2017 00:16:54

Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan Dukung Sangkulirang Rock Art

Mendikbud Mu...

Senin, 2 Oktober 2017 10:21:37

HUT ke-18 Kutim Dilaksanakan Sederhana Namun Tetap Semarak

Suasana Coff...

Selasa, 3 Oktober 2017 10:05:27