Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Dinas Pertanian optimis capai target 700 Ekor Sapi Diinseminasi Pertanian

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Mardi Suaibman (syahid humas)


SANGATTA – Peningkatan populasi hewan ternak di Indonesia khusunya sapi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan kembali melanjutkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting ( Upsus Siwab). Hal ini dimaksudkan untuk mencapai swsembada daging nasional. Kabupaten Kutai Timur juga mendapat amanah melaksanakan program Upsus Siwab pada 2018 ini dengan target sapi bunting di Kutim harus mencapai 700 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Kutim Sugiono diwakili Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Mardi Suaibman mengungkapkan keterlibatan Kutim dalam program ini sudah dimulai sejak 2017. Pada 2018 program ini dilanjutkan dan pemerintah pusat memberikan target 700 ekor sapi harus bunting dan sapi yang melahirkan mencapai 422 ekor.

“Itu target yang diberikan dan dilaporkan perhari secara online. Tahun 2017 sudah ikut mengunakan dan berkelanjutan tahun ini,” terang Mardi di ruang kerjanya, Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, belum lama ini.

Dia menambahkan, pada program tersebut ada beragam kegiatan di lapangan seperti Pemeriksaan Kebuntingan (PB) dan Inseminasi Buatan (IB) atau yang dikenal dengan kawin suntik.

“Tinggal menunggu anggaran turun. Paling lambat awal Maret. Untuk kegiatan sapi suntik bulan Februari sudah berjalan,” bebernya.

Mardi menyebut bahwa akan tetap semangat untuk mencapai target yang diberikan. Diharapkan dukungan baik itu dari personil maupun anggaran.

“Kita ada tiga petugas IB, dan lima tenaga harian lepas dari pusat dua diantaranya dokter hewan,” ungkapnya.

Program Upsus Siwab sendiri tertuang dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.

Upaya ini wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada daging yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026. Mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Tahun lalu tercatat dari program IB di Indonesia sudah ada penambahan 1,4 juta ekor anakan dari 2 juta yang di-IB. Tahun ini ditargetnya 4 juta IB dan diharapkan ada 3 juta kelahiran baru.(hms7)

 



Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58