Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Bupati Ismunandar Tandatangani MoU Dengan Universitas Trisakti Pendidikan

Bupati Kutim H Ismunandar atas nama Pemkab Kutim, pada Rabu (7/3) tadi siang menandatangani Nota Kesepahaman  atau Memory of Understanding (MoU) dengan Universitas Trisakti, Jakarta.
 
 
 
JAKARTA- Bupati Kutim H Ismunandar atas nama Pemkab Kutim, pada Rabu (7/3) tadi siang menandatangani Nota Kesepahaman  atau Memory of Understanding (MoU) dengan Universitas Trisakti, Jakarta. Sedangkan pihak perguruan tinggi diwakili Wakil Rektor IV Prof Dr Ir Asri Nugraharti Msi PU. Penandatanganan dilaksanaan di kampus Universitas Trisaksi, Jakarta.

Maksud dilaksanakan penandatanganan MoU ini antara lain, mensinergikan kemampuan dan fungsi dalam pelaksanaan pembangunan di kabupaten Kutai Timur.  Sedangkan tujuannya guna mengadakan program kerjasama pendidikan, penelitian, kajian, konsultasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun pendampingan dalam perumusan danpenyusunan kebijakan pembangunan Kabupaten Kutai Timur.

Hal itu seperti tertuang dalam naskah kesepahaman tersebut dalam pasal 1. Nota kesepahaman ini berlaku selama 12 bulan, terhitung sejak tanggal ditandatangani naskah nota kesepahaman tersebut. Kendati demikian, MoU ini bisa diperpanjang kedua belah pihak, 30 hari sebelum masa berkahirnya naskah kesepahaman tersebut.

Saat melakukan penandatanganan MoU tersebut, dari Universitas Trisakti yang hadir antara lain, Dekan Fakultas Tekni Sipil Dr IrBambang Endro Yuwono MS, Wakil Dekan I Dr Ir Popy Puspita Sari MT, Wakil Dekan II Dr Ir Indah Sulistianawaty MT dan Wakil Dekan IV Dr Ir Agus SaladinMA.

Pada kesempatan itu, Bupati Kutim Ismunandar menyampaikan kondisi dan geografis Kutai Timur. Dijelaskan, Kutai Timur luas wilayahnya melebihi Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Sedangkan potensi sumber daya alam yang dimiliki antara lain sektor tambang batubara, minyak dan perkebunan. Sedangkan produk unggulan saat ini di sektor batubara, namun secara pelan dan pasti sudah berakih ke sektor perkebunan kelapa sawit.

“Saat ini lahan perkebunan kelapa sawit yang sudah tertanam Kutim sekitar 400 ribu hektare dan sebagian besar dikelola oleh perusahaan swasta. Sedangkan yang dikelola oleh masyarakat masih relatif sedikit,” kata orang nomor satu di Kutim ini.



Berita Terkait



Soal Tarif PDAM Yang Bakal Naik - Bupati: Pastikan Tidak Memberatkan Warga

Bupati saat ...

Rabu, 9 Agustus 2017 13:41:40

Silaturahmi Bapor Korpri Kutim-Bontang

Penuh kebers...

Sabtu, 2 September 2017 00:16:54

Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan Dukung Sangkulirang Rock Art

Mendikbud Mu...

Senin, 2 Oktober 2017 10:21:37

HUT ke-18 Kutim Dilaksanakan Sederhana Namun Tetap Semarak

Suasana Coff...

Selasa, 3 Oktober 2017 10:05:27