Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Kemenag Kutim Keluarkan Surat Edaran Zakat Fitrah - Tertinggi Rp 50 Ribu, Terendah Rp 30 Ribu Kutai Timur

Ambotang Kepala Kemenag Kutim (foto:wak hedir humas)



SANGATTA-Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Timur (Kutim) mengeluarkan surat edaran tentang ketetapan pembayaran zakat fitrah Tahun 1439 Hijriyah. Surat edaran itu ditetapkan pada Tanggal 16 Mei.

Kepala Kantor Kemenag Kutim, Ambotang menjelaskan surat edaran itu merupakan hasil pertemuan yang digelar sejumlah tokoh.
Di antaranya Tokoh Agama Islam, MUI, Baznas, Ormas Islam, dan instansi terkait tertanggal 15 Mei di Ruang Rapat Lantai II Masjid Al Faruq.

“Hasilnya berupa surat edaran ini sudah disebarkan ke kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia menjelaskan di dalam surat edaran itu ditetapkan besaran zakat fitrah yakni 2,5 kilogram per jiwa untuk makanan pokok (beras).

“Memang untuk 2,5 kilo untuk satu gantang (takaran) dan ini sudah disampaikan dari Jumhur (pendapat ulama berdasarkan hukum Islam). Tapi ada yang lebih ya silakan saja bagi umat muslim. Tapi besaran ini masih tetap berlaku,” tuturnya.

Selain itu juga ditetapkan jumlah biaya yang dikeluarkan jika dibayar dalam bentuk uang. Jika dikonversi besaran zakat 2,5 kilogram maka biaya yang dikeluarkan Rp 50.000 untuk klasifikasi nilai tertinggi perjiwa, nilai pertengahan Rp 37.500, dan nilai terendah yaitu Rp 30.000. Sementara itu untuk fidyah (pengganti puasa wajib) sebesar Rp 15.000 perjiwa perhari.

Dalam kesempatan itu, Ambotang menghimbau untuk seluruh warga Kutim untuk lebih berhati-hati untuk kepentingan tazkiyatun nufus (kebersihan jiwa) dapat menyesuaikan atau memilih kadar zakat yang lebih tinggi sesuai kemampuan masing-masing. Tidak lupa  muslim juga dapat menyalurkan zakat maal, infaq, dan shodaqohnya. 

Untuk amil yang diangkat BAZNAS Kabupaten dan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dapat melakukan tugasnya secara jujur adil dan amanah pasalnya harus melaporkan hasil pengumpulan dan pendistribusian zakat infaq shodaqoh (ZIS) ke BAZNAS transparan.

“Karena BAZNAS Kabupaten, BAZ Kecamatan, UPZ dan LAZ sebagaimana diatur dalam Undang-undang sudah memiliki data base mustahiq (orang penerima zakat), muzakki (orang yang wajib mengeluarkan zakat) serta perangkat-perangkat, pengumpulan, pendistribusian, pemberdayaan dan pengembangan ZIS,” tutupnya. (hms13)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58