Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Jelang Porprov VI Kaltim 2018 - Bidang Kesehatan Siap Kirim Tim Medis Untuk Pelatihan Sosial & Kesehatan

Kepala Dinkes saat rapat dengan tim wasrah koni kaltim (syahid humas)



SANGATTA- Panitia Besar Porprov VI Kaltim 2018 Bidang Kesehatan menggelar rapat koordinasi dengan Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah) Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI )  Kaltim  mengenai prasyarat tenaga medis yang ditempatkan di cabang olahraga (cabor) “fullbody contact” beberapa waktu lalu di ruang Arau kantor bupati.

Kepala Dinas Kesehatan dr Bahrani sekaligus Koordinator Kesehatan PB Porprov  VI Kaltim meminta penjelasan standarisasi dokter dan tim medis  yang akan menangani atau mengawasi cabor fullbody contact. 

“Jika memang ada. Kami siap kirim dokter dan tim medis untuk mengikuti pembekalan atau pelatihan sebelum mereka bertugas di lapangan. Secara teknisnya,apakah narasumber yang datang ke Kutim atau sebaliknya. Untuk tim kesehatan yang bertugas pada cabor di luar Kutim seperti Kota Samarinda, Bontang dan  Berau sudah disiapkan MoU-nya, sedangkan di Kutim sendiri  sudah siap termasuk seluruh fasilitas kesehatan bahkan klinik,” tambahnya.

Wakil Ketua III Wasrah Koni Kaltim Alfons T. Lung mengatakan dokter di arena bisa berkoordinasi dengan tecnical deliget (TD). Tapi menurut pengalaman yang ada tidak ada speksifikasi khusus untuk dokter di cabor body contant.

"Dasar ilmu yang dimiliki dokter itu sudah cukup. Mereka paham kapan harus menghentikan dan membatalkan pertandingan," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pada cabor fullbody contact praktur atau benturan pasti terjadi. Untuk itu agar memastikan kondisi para atlit panitia menyiapkan minimal satu dokter dan dua perawat. Kemudian bagi altit dapat menambahkan syarat surat sehat dalam pendaftaran nanti.

"Sebelum bertanding, semua atlit sudah menyerahkan surat kesehatan dan tim medis harus menyiapkan pula akses rujukan ke rumah sakit terdekat. Cabor body contact seperti Tekwondo dan beladiri lainnya berdasarkan peraturan internasional pertandingan belum bisa dimulai jika dokter belum ada dilapangan,” tambahnya.
Dokter termasuk penentu pertandingan. Dia berhak menghentikan pertandingan berdasarkan disiplin ilmunya demi keselamatan para atlit, Walaupun akan menimbulkan pro kontra nantinya.(hms7)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58