Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Wabup Ajak Jamaah Tanamkan Pedoman Hidup Alquran - Bentengi Diri dari pengaruh Globalisasi Kutai Timur

TURUNNYA AlQURAN: Wabup Kasmidi Bulang memberikan sambutan didepan para undangan peringatan Nuzulul Quran 1439 H di Masjid Agung Al Faruq. (Foto : Irfan/humas)



SANGATTA-Peringatan Nuzulul Quran 1439 H yang dipusatkan di Masjid  Agung Al Faruq, kawasan Bukit Pelangi Kutai Timur (Kutim) pada Selasa  (5/6) berlangsung sederhana, namun penuh makna. Kegiatan itu diikuti sekitar 300-an umat muslim terdiri dari kalangan PNS dan warga sekitar Kota Sangatta, sekaligus melaksanakan salat tarawih berjamaah 23 Rakaat. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustad Arsyad.

Nuzulul Quran yang sedianya digelar pada hari ke-17 Ramadan harus mundur ke hari ke-20 yang digagas Pemkab Kutim bekerja sama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) itu.
Menurut Ketua PHBI Mugeni karena disebabkan permasalahan teknis saja.

“Kegiatan tahunan yang wajib di gelar ini sesuai intruksi Bupati Ismunandar. Saya apresiasi kepada seluruh warga Sangatta yang sudah memenuhi area masjid untuk menghadiri kegiatan ini cukup banyak. Namun dirinya menyayangkan kehadiran para PNS Kutim sedikit seharusnya sebanding dengan jumlah warga sangatta. Tapi saya memaklumi, mungkin saja sudah diberikan surat undangan tapi berhalangan hadir karena harus melaksanakan kegiatan lain,” ungkap Mugeni.

Wabup Kasmidi Bulang yang mewakili Bupati Ismunandar tengah berada di Bengalon menghadiri Buka Puasa Bersama (Bukber) mengajak semua yang hadir dan masyarakat di Kutim untuk mengamalkan kitab Suci Alquran sebagai pedoman hidup. Pasalnya penyelenggaraan peringatan Nuzulul Quran merupakan salah satu wujud implementasi komitmen Pemkab Kutim senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Lewat peringatan Nuzulul Quran ini, hendaklah kita semua dapat memetik pelajaran yang berharga, dengan berupaya untuk melaksanakan kewajiban kita terhadap Alquran dengan cara meningkatkan minat baca dan pengamalan Alquran dalam mewujudkan generasi Qurani,” kata Kasmidi.

Ditambahkan mantan anggota DPRD Kutim ini mengajak kepada umat muslim, untuk tetap menjalankan ibadah puasa dan mengamalkan isi kandungan Alquran dalam kehidupan keseharian. 

“Selama puasa ini, hendaknya bisa memanfaatkan waktu untuk membaca Alquran setiap hari serta melaksanakan ibadah tarawih bersama-sama di masjid,” tambahnya.

Sedangkan penceramah Guru Abdul Basith, menjelaskan tentang Alquran sebagai pedoman hidup untuk membetengi diri dari pengaruh negatif terhadap perkembangan teknologi informasi dan globalisasi.

“Sejak dini ajarkan anak-anak kita membaca Alquran karena zaman di era modern ini adanya smartphone membuat lupa diri. Hanya duniawinya yang dikejar. Untuk itu saya menghimbau orang tua harus prioritaskan anak-anak konsisten terhadap Alquran untuk bekal diakhirat,” tegasnya.

Ditambahkan Abdul, banyak anak-anak yang masih belum bisa baca Alquran khususnya di Sangatta. Nah perlu dilakukan perubahan bagaimana caranya si anak wajib mengenal Alquran.

“Perhatian orang tua berperan besar untuk memberikan pendidikan katam Alquran menjadi keharusan setiap muslim. Hanya membayar iuran Rp 20 Ribu untuk pendidikan mengaji di TPA saja tidak dihiraukan justru les Bahasa Inggris dan sejenisnya setiap bulan Rp 750 Ribu malah didahulukan. Nah, untuk itu saya meminta orang tua rubah pandangan tentang Alquran. Anak-anak sejak kecil wajib bisa baca Alquran secara konsisten menanamkan ajaran Islam didalamnya,” tutupnya. (hms13)


Berita Terkait



Tiba Di Makkah, Wabup Sambangi Calhaj Kutim - Berharap Rangkaian Ibadah Haji Lancar

Wabup Kasmid...

Selasa, 29 Agustus 2017 12:04:22

Kasmidi : Waspada Potensi Disintegrasi Bangsa

Foto bersama...

Rabu, 4 Oktober 2017 12:53:28

Temui Warga,Wabup Lesehan di Halaman Kantor Bupati

KEBER...

Selasa, 24 Oktober 2017 09:21:58

Fraksi Golkar Beberkan Pandangan Terkait 4 Raperda OPD di Minta Pro Aktif

USULA...

Jumat, 17 November 2017 09:54:04