Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Mubes Wadah Perkuat Persatuan dan Kesatuan - Ribuan Warga Dayak Kayan Dari Berbagai Daerah Hadir Pariwisata

Salah Satu Peserta Mubes Lekan Maran Ikut Pawai Budaya Pada Pembukaan Mubes Lekan Maran Kaltim dan Kaltara. (Foto Wak Hedir/Humas)



Mubes Wadah Perkuat Persatuan dan Kesatuan - Ribuan Warga Dayak Kayan Dari Berbagai Daerah Hadir



SANGATTA - Ribuan warga Suku Dayak Kayan,  yang tersebar diberbagai daerah berkumpul dalam Musyawarah Besar (MUBES) Lekan Maran di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Mereka adalah Suku Kayan yang telah tersebar dari berbagai daerah, baik suku dayak kayan yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kaltara) Kalimatan Barat (Kalbar), bahkan dari luar negeri seperti dari Brunai dan Malaysia juga antusias mengikuti kegiatan tersebut. 


Sejak tanggal 9 Juni 2018, suasana di Desa Miau Baru sudah mulai ramai. Karena kontingen dari berbagai daerah mulai memenuhi undangan Mubes yang digelar selama satu sekali ini. Mereka disambut Panitia pelaksana dengan penuh sukacita dan bahagia di Balai Desa Miau Baru. Hal ini nampak ketika setiap rombongan yang tiba disambut dengan pemukulan gong dan permainan musik dayak (sampeq), yang merupakan ciri khas suku dayak untuk menginformasikan kepada khalayak banyak bahwa pertanda yang ditunggu telah tiba. 

Mubes ini berlangsung selama lima hari, mulai 10-14 Juni 2018 yang diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari Rapat Tokoh Kayan,  Pawai Budaya, Olahraga Tradisional seperti lomba perahu panjang, menyumpit, gasing, tarik tbang dan panah alang. Disamping itu juga ada pertandingan sepak bola, volley putra/putri, badminton putra/putri serta lomba tari-tarian,  baik tarian masal maupun tarian tunggal putra/putri.

Kegiatan ini merupakan wadah untuk menjalin silahturahmi antar suku dayak kayan, memperkuat persatuan dan kesatuan serta membahas berbagai hal penting untuk kemajuan dalam berbagai bidang. 

Pagi tadi Senin (11/6/2018) kegiatan diawali dengan Pawai Budaya, yang diikuti sekitar 2000 peserta. Berbagai model baju adat dayak dikenakan peserta dalam pawai itu, baik yang terbuat dari manik dan kulit kayu (kumut dalam bahasa dayak) yang membuat ribuan mata penonton terkesan menyaksikan bahkan mengabadikan kegiatan tersebut.(hms15)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58