Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Batam Kecamatan Terakhir di Singgahi Bupati - Prioritas Kebutuhan Saat ini Listrik Kutai Timur

DISKUSI PEMBANGUNAN: Ismu berdialog dengan para kades di Kecamatan Batu Ampar terkait listrik. (Foto: Irfan/humas)



BATU AMPAR-Setelah menuntaskan perjalanan panjang dimulai dari Kecamatan Muara Ancalong, Muara Bengkal, Long Mesangat, dan Busang, Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Halal bi halal Safari Syawal 1439 H zona pedalaman berakhir di Batu Ampar. 

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar didampingi istri Wakil Ketua DPRD Encek UR Firgasih, Asisten Pemkesra Mugeni, Camat Batam Yuriasnyah, dan pejabat OPD dan Setkab terkait bertatap muka dengan kepala desa (kades) dan masyarakat Batam di Halaman Kantor Desa Batu Timbau, Selasa (3/7).

Ismu mencatat laporan saat satu persatu para kades secara bergantian melaporkan permasalahan. Ditegaskan dirinya jika apa-apa yang menjadi catatan para kades segera dikomunikasikan, hal ini Pemkab Kutim terus bergerak merampungkan pembangunan di desa-desa.

“Saya sudah mendengar laporan dari Camat bahwa di Batam saat ini prioritas memerlukan setrum. Kini hanya dua desa yang baru teraliri listrik yaitu Desa Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu. Sementara ada lima desa lain belum menikmati listrik. Ini akan menjadi pekerjaan rumah kami,” tandas Ismu.

Ismu menambahkan memang kubutuhan listrik sangat utama dinantikan, sebelumnya di kecamatan lain juga mengeluh hal yang sama. Untuk dia berharap masyarakat sabar, Pemerintah dalam hal ini tidak diam. 

“Rencananya ini juga saya sampaikan sebelumnya di Rakor kecamatan kemarin, bahwa Pemerintah akan mempersiapkan material tiang listrik dan jaringan. Nanti dilihat bagaimana mekanisme, sembari mencari anggarannya dan menjajaki kerja sama dengan PLN,” terangnya.

Sementara itu, Kades Batu Timbau Zainuddin meminta realisasi listrik secepatnya bisa dinikmati warganya. Sebagian penduduknya sangat membutuhkan penerangan.

Bergeser ke Kades Beno Harapan Ahmad Kurtubi yaitu persoalan lanjutan pembangunan kantor desa sudah masuk 50 persen namun proyeknya belum lanjut lagi, ada juga permintaan pembangunan TPA kapan terealisasi, kabar dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pembayaran staff menunggu cair, dan soal listrik belum masuk jaringan sudah dipersiapkan.

“Jika membayar kontraktor swasta menyuplai listrik ke desa kami tidak sanggup karena beban biayanya mahal,” ucapnya.

Kades Himba Lestari Patori Suyanto melaporkan ada tiga usulan utama yaitu permintaan bantuan tandon yang tidak kunjung datang, realisasi pembangunan kantor des, dan jaringan telekomunikasi.

Kades Telaga Rusgianto meminta instalasi sudah namun jaringan listrik belum ada, dan pembangunan sekolah pilial masih butuh bantuan. 

Terakhir Kades Mawar Indah Robert Andriansyah permintaan mendesak yaitu tower telekomunikasi, pembangunan gereja santa angela belum ada kelanjutan, pembangunan TK pakarti, dan terakhir realisasi pembangunan gedung serba guna.(hms13)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58