Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pamsimas III Disosialisasikan Ke Camat dan Kades - Target 2020 Seluruh Desa Nikmati Air Bersih Kutai Timur

AIR BERSIH: Bupati Ismunandar membuka sosialisasi Pamsimas Tahap III di Ruang Arau. (Foto: Nupiansyah/humas)

 
 
 
SANGATTA-Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar menaruh harapan besar yaitu di 2020 seluruh desa di Kutim sudah merasakan layanan air bersih. Hal itu disampaikan Ismu di kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) Tahap III gelaran Bidang Pembangunan Setkab Kutim di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Rabu (4/7).

Dikatakan Ismu, Pamsimas merupakan urusan wajib pemerintah, baik Pusat dan Daerah. Oleh karena itu, cakupan program ini segera direalisasikan ke penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan yaitu 100 persen akses air minum dan sanitasi.

“Ini menjadi harapan saya bersama Wabup Kasmidi, mempertajam kembali program infrastruktur dasar yaitu air bersih. Untuk itu Desa-desa lainnya yang belum mengikuti program, bisa segera mengusulkan kepada pihak pengelola Pamsimas," jelasnya di hadapan undangan terdiri dari perwakilan Dinas PU Cipta Karya Kaltim, Perkim, Tim Pansimas Kutim, Camat, serta Kades.

Ismu menambahkan jangan terjadi lagi pembangunan Pansimas hanya menjadi monumen cipta karya. Pasalnya sebelumnya banyak sisi bangunan terbengkalai dan tidak terpakai lagi.

“Ini menjadi catatan penting untuk pengelola Pamsimas, saya harap dikawal serius,” tambahnya.

Sementara iru, laporan dari Perwakilan Kasatker Perkim Kutim Muhammad Nur mengatakan jumlah target desa di Pamsimas sebanyak 30 desa. Sebelumnya di 2017 ada 22 desa sudah mengikuti Pamsimas.

“Tahun ini ada 13 desa yang terlibat dengan anggaran APBN sebesar Rp 2 Miliar. Tim akan segera action dan merealisasikan Pamsimas,” terangnya.

Senada, perwakilan PU Cipta Karya Kaltim Rahmat Hidayat mengutarakan layanan air bersih sudah menjadi tupoksi wajib. Dalam hal ini pemerintahan desa dihimbau bisa bersinergi juga dengan swasta yaitu beberpa perusahaan (stakeholder).

“Kami akan terus bekerja agar Pamsimas dikawal dengan serius, memang yang menjadi hambatan yaitu masalah kondisi geografis, dan perkembangan penduduk yang belum merata. Pesan bupati jangan jadi monumen cipta karya itu benar, ini menjadi catatan evaluasi tim,” tutupnya.(hms13)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58