Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Bupati Sampaikan Penjelasan Nota Perubahan RPJMD Kutim 2016-2021 Kutai Timur

Rapat Paripurna ke-X di Sekretariat DPRD Kutim (Foto:Jani Humas)

 
 
SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar menyampaikan nota pengantar pemerintah terhadap perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim Tahun 2016 - 2021 dalam rapat paripurna ke X, Rabu (4/7/2018) di Ruang Sidang Utama, Sekretariat DPRD Kutim.

Dalam nota pengantar Bupati Ismunandar menjelaskan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kutim dalam melakukan perubahan dokumen RPJMD 2016 - 2021, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017
tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata cara Evaluasi RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD.

Perubahan dilakukan tentunya dengan beberapa pertimbangan mendasar, pertama adanya penyelarasan terhadap Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Kedua adanya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah yang berdampak pada restrukturisasi perangkat daerah di Kutim. Ketiga kondisi lemahnya perekonomian dunia yang berdampak signifikat terhadap kinerja perekonomian Nasional, turut mempengaruhi perekonomian di Kutim. Keempat adanya beberapa strategi kebijakan dan program terkait dengan upaya mengatasi berbagai permasalahan yang berkembang secara cepat. Serta segera mempercepat keberhasilan pencapaian visi misi Pemkab Kutim 2016-2021.

Lebih lanjut Ismu memaparkan, Gambaran umum dan kondisi Kutim dapat ditinjau dari empat aspek. Yakni geografi dan demografi, kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah. 

"Ditinjau dari aspek pelayanan umum, Pemkab kutim harus melakukan penyesuaian dengan diberlakukannya Undang - Undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah. Aspek pelayanan umum menurut kententuan baru tersebut, meliputi layanan urusan wajib pelayanan dasar, layanan urusan wajib bukan  pelayanan dasar, layanan urusan pilihan dan unsur penunjang,"jelas Ismu sapaan akrab Bupati ini.

Berikutnya, pada struktur ekonomi, Kutim dilihat dari Produk domestik regional bruto (PDRB) berdasarkan 17 sektor usaha. Sektor usaha ini mencerminkan distribusi kontribusi  masing - masing sektor pada total  perekonomian Kutim. Jika dilihat pada sektor pertambangan dan galian, sesuai data yang ada, sektor tersebut yang paling dominan mengalami penurunan. Namun hal itu berbanding terbalik pada sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan jasa pertanian yang justru memberikan kontribusi cukup besar berada dibawah pertambangan.

"Hal tersebut menunjukan bahwa kutim harus lebih fokus pada penguatan daya saing sektor pertanian dalam arti luas untuk mendukung visi misi menuju pembangunan agribisnis dan agroindustri. Kemudian upaya pengurangan ketergantungan pendapatan daerah dari dana perimbangan, juga harus terus dilakukan dengan optimalisasi perolehan PAD bersumber dari pajak daerah,"terang Ismu.

Ditemuai usai rapat Paripurna, Bupati Ismunadar menambahkan, dari sisi proyeksi pendapatan kutim tadinya mengikuti proyeksinya tahun-tahun sebelumnya. Namun seiring berjalannya waktu, pada tahun 2016 Kutim dilanda badai defisit yang tentunya berdampak besar pada daerah. 

"Kita tetap konsisten. Tetapi ada beberapa kegiatan yang kurang  efisien dan efektif dalam mendukung visi misi Kutim, maka dari itu kita kurangi. Tetapi pada infrastruktur dasar, ini yang kita kejar terus pembangunannya. seperti air bersih,  listrik, jalan, kesehatan pendidikan dan pertanian," jelas orang nomor satu di Kutim ini. (hms10)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58