Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pemkab Kutim Sampaikan Nota KUA-PPAS - Pendapatan Daerah Diproyeksi 2,58 Triliun Pemerintahan

Seskab H Irawansyah Serahkan Nota Pengantar Pemerintah terhadap KUA-PPAS Kepada Wakil Ketua I DPRD Yulianus Palangiran (foto Wak Hedir/Humas)


SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyampaikan Nota Pengantar Pemerintah terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dalam Rapat Paripurna XII di ruang Sidang DPRD Kutim, Senin (9/7/2018). Penyampaianj tersebut disampaikan oleh Sekretairs Kabupaten (Seskab) H Irawansyah mewakili Bupati Kutim H Ismunandar.

Rapat Paripurna tersebut dimulai jam 14.00 wita tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kutim, Yulianus Palangiran dan dihadiri 21 anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kuttim. Serta dihadiri para pejabat di Lingkungan Pemerintah Kutim, Forum Organisasi Perangkat Daerah (FKPD), Perbankan, Badan Usaha Milik Neagra (BUMN), LSM serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu Seskab mengatakan Kutim telah menetapkan perioritas pembangunan 2019, yakni Peningkatan SDM dan pelayanan dasar, Peningkatan infrastruktur dasar, Peningkatan produksi pangan, Peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas unggulan, Peningkatan pelayanan publik dan penyelenggaraan Pemerintahan.

“Perioritas pembangunan sebagaimana disebutkan merupakan framework pembangunan yang terangkum dalam RKPD Kutai Timur tahun 2019, dengan tema pemantapan produksi pangan dan komoditas unggulan,” sebut Irawansyah. 


     Lebih lanjut, disampaikan Seskab dalam kebijakan pembangunan daerah tahun anggaran 2019 antara lain :
1. Pendapatan daerah pada tahun 2019 diproyeksi 2,58 triliun rupiah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. 
Penerimaan pendapatan terbesar bersumber dari dana perimbangan yang diproyeksikan 1,84 triliun rupiah atau berkontribusi sebesar 71,37 persen dari total pendapatan daerah. Sementara itu, penerimaan yang bersumber dari PAD diproyeksikan  sebesar 88,14 miliar atau berkontribusi sebesar 3,41 persen dari total pendapatan daerah. Sedangkan dari sumber lainnya pendapatan yang sah diproyeksikan sebesar 42,40 miliar rupiah atau berkontribusi sebesar 25,22 persen dari total pendapatan dari tahun 2019.

2. Belanja daerah 
Sebagaimana diketahui bersama bahwa APBD memiliki fungsi alokasi distribusi dan subsidi serta stabilisasi sangat berpengaruh dalam upaya menjaga peningkatan perekonomian Kabupupaten Kutim. atas dasar tersebut maka kebijakan publik terkait keunagan daerah telah mempertimbangkan azas manfaat, adil, bijaksana , efektif, efisien, transparan serta bertanggung jawab. 

Adapun belanja daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2019 diproyeksi 2,40 Triliun Rupiah, yang terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung dengan uraian sebagai berikut.(hms15)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58