Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Disbud dan TP PKK Sosialisasikan Busana Miskat - Agar Lebih Paham Sejarah dan Saat Menggunakan Kutai Timur

Sosialisasi busana Miskat oleh Disbud dan TP PKK (ist)
 
 


SANGATTA- Setelah Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar mengeluarkan instruksi agar seluruh pejabat eselon lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  mengenakan Miskat (baju ada khas Kutai) pada jam kerja dihari tertentu, Dinas Kebudayaan (Disbud) lantas giat menyosialisasikan program ini. Apalagi nantinya seluruh pegawai bakal mengenakan pakaian adat Kutai tersebut.

Teranyar, Pemkab Kutim melalui Disbud bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim menggelar sosialisasi busana Miskat khas daerah di lingkungan Pemkab Kutim. Kegiatan yang menampilkan nara sumber H Muhammad Saidar ini digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Rabu (11/7/2018). Pembicara yang menjelaskan tentang sejarah Miskat dan pakaian adat Kutai serta tata cara penggunaanya ini merupakan Kasi Promosi Dinas PMD PTSP yang didatangkan dari Kutai Kartanegara.

“Sengaja kita datangkan naras umber dari lahirnya pakaian adat Kutai, sehingga nantinya seluruh pegawai lingkup Pemkab Kutim benar-benar memahami sejarah, filosifi hingga penggunaan pakaian Miskat dengan benar,” jelas Kepala Disbud Iman Hidayat.

Peserta sosialisasi merupakan pegawai lingkup Pemkab Kutim, ibu-ibu TP PKK se-Kutim, para Camat dan beberapa undangan lainnya. Saat sosialisasi turut ditampilkan beberapa pegawai yang mengenakan model pakaian adat Kutai. Seluruh pegawai Pemkab Kutim mengenakan pakaian Miskat setiap Kamis.

“Baju adat Kutai Miskat digunakan dengan tujuan melestarikan budaya daerah,” sebut Iman lagi.

Untuk diketahui, baju Miskat sama halnya dengan baju Cina, digunakan sebagai baju biasa sehari-hari dan sebaimana fungsinya, dipakai untuk upacara adat khusus. Dalam perkembangannya sekarang ini baju miskat dijadikan baju dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan saat ini di Pemkab Kutim, khusus dipakai pada hari kamis. Baju Miskat ini memiliki keunikan tersendiri, di samping baju adat Kutai lainnya. Dengan bentuk desain mirip baju dari Korea, menunjukkan bahwa perkembangan budaya pada zaman dahulu sangatlah besar. Menandakan kejayaan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada zaman dahulu dengan bercampurnya dua budaya yang berbeda. 

Baju Adat Kutai Miskat adalah salah satu hasil keanekaragaman budaya Indonesia. Baju adat Miskat yang merupakan simbol dari baju adat Laki-laki dan Perempuan khas suku Kutai. Diciptakan untuk menunjukan perbedaan yang mencolok dengan baju adat dan suku-suku lainnya. Baju Adat Kutai ada 5, yaitu Baju Miskat, Baju Takwo, Baju Sakai, Baju Antakusuma, dan Baju China saja. Sedangkan Takwo itu juga adanya Takwo Setempik (Sebelah), Takwo Biasa, serta Kustim.

Sebagai tambahan, model baju miskat ini tampak seperti baju dizaman dahulu seperti baju cina, desainnya yang unik dan menarik yaitu untuk laki-laki atasan berupa baju lengan panjang, desain kancing yang miring di sebelah kanan, bawahan celana yang panjang, dan mengenakan kopiah diatas kepala. Untuk wanita atasan yang sama mengenakan baju lengan panjang, yang membedakan adalah desain kancing ya miring di sebelah kiri, dan bawahannya berupa rok kurung panjang. Tetapi walaupun masyarakat sudah boleh mengenakan baju adat Kutai seperti miskat dan Takwo, ada terdapat perbedaan saat mengenakan baju adat tersebut. 

Dilihat dari Tanda-tanda atau simbol-simbol yang juga sangat penting dalam Baju Adat Miskat. Karena didalam baju adat mempunyai peran yang sangat penting dalam berinteraksi satu sama lain. Dilihat dari aksesoris dan Pin yang dikenakan, simbol-simbol tersebut digunakan mengandung arti-arti tertentu. Orang yang bukan keturunan bangsawan tidak dapat mengenakan aksesoris khusus dan pin dari kesultanan, sedangkan orang yang memang masih keturunan bangsawan mengenakan aksesoris dan pin dari kesultanan. Dahulu pakaian adat ini biasa digunakan hanya untuk upacara-upacara adat.(hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58