Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Bupati Resmikan Gedung GKII Kutim - "Semoga Jadi Pusat Kegiatan Rohani" Kutai Timur

Bupati Resmikan Gedung Gereja GKII Kutim Ditandai Dengan Pemotongan Pita (Foto Wak Hedir/Humas)





SANGATTA - Bupati Kutai Timur H Ismunandar meresmikan Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Jalan Soekarno Hatta, Rabu (11/7/2018). Peresmian itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati H Ismunandar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Arang Jau dan Harpandi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  Kutim H Abdul Hafidz Yusuf, Ketua Daerah GKII kutim Demos Tenes, dan Ketua Wilayah GKII kaltim Iwan Bambang. Usai pemotongan pita, Bupati lanjut menandatangani prasasti dan membuka Gedung Gereja itu dengan kunci. 

Hadir pula para Kepala Organissasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik H Abdul Kader, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Politik Darius Jiu Dian, puluhan Pendeta dan Asisten Pendeta yangm melayani di Kaltim dan ratusan peserta dalam Rakerda itu

Bupati usai meresmikan Gereja tersebut berharap Gereja tersebut bisa menjadi pusat kegiatan GKII yang ada di Kutim. Walaupun belum ada beberapa gedungnya, namun Ia berharap dapat ditempati dan secara bertahap akan dilengkapi. 

"Seperti membangun rumah, tidak harus selesai semua baru ditempati. Karena untuk membangun sebuah bangunan tidaklah mudah ada tahanpan dan proses - prosesnya," ungkap Ismunandar.

Lebih lanjut Ismu meminta agar semua umat beragama yang ada di Kabupaten Kutim terus ngun kebersamaan dan menjaga toleransi antar umat beragama. Karena dengan kebersamaan diyakini dapat membangun Kabupaten Kutai Timur lebih baik. 


Sebelumnya, Yorden Ampung salah satu jemaat GKII Sangatta menjelaskan, bahwa Gereja tersebut mulai dibangun sejak tahun 2015 yang dibagi dalam dua tahap pembangunan. Tahap pertama yakitu pengerjaan pondasi yang dikerjakan sejak tahun pada tahun 2015 dan tahap kedua dibangun tahun 2017 yakni pengerjaan kontruksi hingga finishing. Kedua tahapan tersebut dibangun dari biaya ABPD Kutim dengan total mencapai 7,2 Miliar Rupiah. Dana tersebut termasuk dana swadaya dari jemaat Sangatta sebesar 600 juta rupiah. 

Lebih jauh disampaikan bahwa bangunan tersebut masih membutuhkan sarana pendukung yang perlu dilengkapi seperti peredam gema suara, pendingin, sound sistem dan furniture. 

"Namun demikian, ijinkan saya mewakili seluruh anggota GKII jemaat Sangatta, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi - tingginya kepada Pemerintah Daerah Kutim yang telah membangun Gereja ini, sehingga kita bisa lihat seperti ini," ucap Yorden Ampung. 

Kapasitas Gedung Gereja lanjut Yorden, sebanyak 800 orang. Sementara jemaat GKII sangatta saat ini berjumlah 600 orang termasuk anak - anak.(hms15)


Berita Terkait



Soal Tarif PDAM Yang Bakal Naik - Bupati: Pastikan Tidak Memberatkan Warga

Bupati saat ...

Rabu, 9 Agustus 2017 13:41:40

Silaturahmi Bapor Korpri Kutim-Bontang

Penuh kebers...

Sabtu, 2 September 2017 00:16:54

Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan Dukung Sangkulirang Rock Art

Mendikbud Mu...

Senin, 2 Oktober 2017 10:21:37

HUT ke-18 Kutim Dilaksanakan Sederhana Namun Tetap Semarak

Suasana Coff...

Selasa, 3 Oktober 2017 10:05:27