Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

442.940 Batang Rokok Dimusnahkan - Spirit Penegakan Hukum Kutim Hukum

ROKOK ILEGAL: Wabup Kasmidi (tengah) bersama jajaran Pejabat Kanwil DJBC Kaltim, KPPBC TMP C Sangatta, dan FKPD memamerkan barang sitaan rokok tidak berizin cukai dihadapan wartawan selanjutnya dibakar. Foto: Irfan/humas
 
 
 
SANGATTA-Peredaran rokok palsu menimbulkan keresahan sekaligus kekhawatiran terutama di tengah Masyarakat Kutai Timur (Kutim) pasalnya kandungannya tidak melalui sampel pengujian kesehatan selain itu dijual menggunakan pita cukai palsu (tanpa cukai). Hal itu terungkap saat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabian (TMP) C Sangatta memusnahkan sebanyak 442.940 batang rokok sitaaan sepanjang 2017 yang dijual tanpa izin pemerintah, Kamis (26/7).

Rokok yang dimusnahkan, terang Kepala KPPBC TMP C Sangatta, Hari Murdiyanto, diamankan dari tujuh lokasi meliputi Kecamatan Bengalon, Kongbeng, Muara Wahau, Rantau Pulung, Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan Teluk Pandan. Seluruhnya ditemukan lewat operasi pasar merazia toko kelontongan maupun warung.

“Nilai rokok illegal yang dimusnahkan sebesar Rp 230,6 Juta namun nilai ini sangat besar bagi pedagang yang rokoknya disita,” terangnya.

Dijelaskan, rokok yang dimusnahkan karena peredarannya melanggar UU tentang Cukai dimana ditemukan rokok yang menggunakan pita cukai bekas, palsu, serta salah peruntukannya. Umumnya masyarakat hanya membeli rokok, tanpa memperhatikan pita cukainya.

“Kondisi ini bila dibiarkan berdampak terhadap pemasukan negara sedikit karena penerimaan terbesar 70 persen dari sektor pajak tembakau jika dibiarkan akan menjadi ancaman untuk itu wajib ditindak, termasuk soal kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Pemusnahan rokok ilegal ini, juga dirangkai dengan peresmian pembangunan Gedung  KPPBC TMP C di Jalan AW Syahrani Sangatta Utara. Pemusnahan untuk pertama kalinya ini turut dihadiri Wabup Kasmidi Bulang, Seskab Irawansyah, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Agus Sudarmadi serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Sementara itu Wabup Kasmidi mewakili Bupati Ismunandar menerangkan bahwa dengan kehadiran Gedung Baru KPPBC TMP C Sangatta harus menjadi semangat spirit penegakan hukum. Selain Pelabuhan KEK Maloy, Kutim juga ada pelabuhan Tol 8 Pelabuhan Kenyamukan. Dua kawasan ini akan menjadi pusat perekonomian keluar masuknya barang yang masuk ke Kutim.

“Sampai hari ini blm selesai masih berfokus penyelesaian cause way dari pusat. Saya apresiasi sitaan barang-barang rokok pasalnya Kutim menjadi pintu gerbang dari sisi laut wilayahnya terbuka karena dari Selat Makassar berbatasan dengan Kaltara. Kami dalam hal ini Pemkab sangat bisa diajak berkoordinasi demi kepentingan Negara dan Bangsa,” tutupnya. (hms13)


Berita Terkait



Tiba Di Makkah, Wabup Sambangi Calhaj Kutim - Berharap Rangkaian Ibadah Haji Lancar

Wabup Kasmid...

Selasa, 29 Agustus 2017 12:04:22

Kasmidi : Waspada Potensi Disintegrasi Bangsa

Foto bersama...

Rabu, 4 Oktober 2017 12:53:28

Temui Warga,Wabup Lesehan di Halaman Kantor Bupati

KEBER...

Selasa, 24 Oktober 2017 09:21:58

Fraksi Golkar Beberkan Pandangan Terkait 4 Raperda OPD di Minta Pro Aktif

USULA...

Jumat, 17 November 2017 09:54:04