Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Dispar Gelar Workshop Branding Destinasi Wisata - Libatkan Pokdarwis Pasarkan Potensi Pariwisata

Dinas Pariwisata menggelar "Workshop Branding Destinasi Wisata melibatkan Pokdarwis untuk lebih memasarkan potensi Pariwisata. (ist)



SANGATTA- Agar kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bisa mem-branding-kan (membuat merek) potensi alam, budaya ataupun event lokal, Pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata menggelar "Workshop Branding Destinasi Wisata.

Whorkshop yang digelar dua hari sejak 27-28 Juli 2018 di Hotel Lumbu, Sangatta Utara tersebut melibatkan 20 perwakilan Pokdarwis. Terdiri dari perwakilan  Pokdarwis Desa Budaya Miau Kecamatan Kongbeng, Pokdarwis Rindang Benua , Pokdarwis Teluk Kaba, Pokdarwis Teluk Lombok dari Sangatta Selatan. Berikutnya Pokdarwis Ecowisata Swarga Bara Sangatta Utara, Duta Wisata Kutim dan Komunitas Wisata.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Objek Wisata Ahmad Rifani mewakili Plt Kepala Dinas Pariwisata Suparto. Ahmad Rifani menyambut baik kegiatan workshop dimaksud. 

"Karena Kutim memiliki banyak objek wisata yang terdiri dari alam, budaya, minat khusus dan sejarah yang masih minim promosi," katanya pada acara yang dihadiri pula oleh pejabat lingkup Dinas Pariwisata Kutim. 

Selanjutmya sumber pendanaan kegiatan ini berasal dari bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dedikasi untuk negeri tahun 2018. Untuk itu pada kesempatan ini, Rifani menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata juga mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia Cabang Kaltim yangg telah memberikan dukungannya. 

Saat workshop, 20 peserta mendapat paparan tentang "branding" dari narasumber. Yakni Suyono yang merupakam praktisi IT (information technology) utusan Bank Indonesia Cabang Kaltim. Peserta mendapat paparan seputar promosi melalui media sosial dengan brand. Seperti menggunakan Facebook, Funpage, Instagram serta media sosial lainnya.

Perlu diketahui, dalam penggunaannya, kata brand dan branding memiliki makna yang berbeda. Seperti disebutkan, kata brand berarti merek, sedangkan pengertian Branding adalah berbagai kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan tujuan untuk membangun dan membesarkan sebuah brand atau merek. Lebih lanjut, proses branding tersebut bisa juga diartikan sebagai sebuah upaya komunikasi yang dibuat sedemikian rupa dan terencana bertujuan  untuk membuat sebuah merek lebih terkenal.

Diharapkan dengan mekanisme baranding, potensi pariwisata yang dikelola Pemkab Kutim melibatkan stakeholder dapat lebih berkembang. Menjadi objek wisata yang lebih menjual dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). Serta tentunya memberikan dampak peningkatan kesejahteran bagi masyarakat. (hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58