Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Kualitas Produk Harus Ditingkatkan - Agar UKM Dan Koperasi Dapat Dukungan Pertanian

 Kadis Koperasi dan UKM Kutim M Husaini (syahid humas)
 
 
SANGATTA- Kepala Dinas Koperasi dan UKM M Husaini saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan peningkatan kualitas produk koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM) masih menjadi kendala dipendanaan. Untuk mengatasi hal tersebut Dinas Koperasi dan UKM terus menyosialisasikan program bantuan pinjaman ke perbankan. Bahkan pengawalan pengajuan sertifikat lahan UKM bisa jadi agunan ke bank.

"Tahun ini ada 29 sertifikat lahan UKM sudah dikeluarkan. (Ada) Beberapa UKM yang mengajukan penerbitan sertifikat, tapi ditolak karena lokasi tempat UKM beraktifitas bukan tanah sendiri," ungkapnya.

Husaini menambahkan ada Rp 600 juta dana pemerintah yang dititipkan ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Namun hingga kini serapan oleh UKM masih kurang. Jenis usaha yang ditekuni UKM dinilai kurang prospek berdasarkan hasil survei BPR. Sehingga dikhawatirkan tidak mampu membayar angsuran.

"Dana itu sudah digulirkan sejak 2010. Tahun ini baru tiga pelaku usaha yang mendapat persetujuan pinjaman dari BPR, ini masih kurang. Dengan pelatihan dan pembinaan ini diharapkan ada peningkatan kerjasama antara UKM dan BPR," beber Husaini.

Dia menambahkan jika ingin meraih pangsa pasar yang lebih luas, kualitas produk UKM atau yang diproduksi koperasi harus ditingkatkan. Terlebih konsumen adalah raja, slogan ini tentu tidak asing lagi di pendengaran masyarakat. Konsumen akan segera meninggalkan atau tidak menggunakan produk jika kecewa dengan kualitas barang yang diterima. 

“Kualitas produk yang baik dan memenuhi ekspektasi konsumen, pasti diminati pasar. Konsumen sekarang sangat teliti, contoh produk makanan, mulai dari rasa, sajian, kemasan, hingga pencantuman label halal. Aspek itu yang selalu di dorong Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kutim lewat berbagai pertemuan dan pembinaan," jelas 

Untuk itu, Husaini mengimbau koperasi dan UKM  meningkatkan kualitas produk, mulai perbaikan kemasan, strategi pemasaran, promosi hingga pencantuman label halal untuk meyakinkan konsumen. Pada 2017 jumlah koperasi dan UKM 1.652, sekarang sisa 1.070. Penurunan tersebut diakibatkan tidak aktif dan masuk daftar pengusulan pembubaran, karena tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan selama 2 tahun.(hms7)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58