Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pramuka Kutim Promosi Budaya - Suguhkan "Eksotika Dayak" di Jambore Korsel Pendidikan

penari remaja yang merupakan Pramuka Kutim saat mewakili Indonesia tampil di acara International Night Jambore International di Korsel. (Ist)



MOUNT SORAK, KOREA SELATAN- Kontingen Pramuka dari Kwartir Cabang Kutai Timur (Kwarcab Kutim) sebanyak 10 orang yang tergabung bersama delegasi Indonesia di Jambore International Petrol ke V di Chungbuk, Mount Sorak, Korea Selatan benar-benar sanggup menyita perhatian peserta dari 45 negara lainnya.

Bayangkan, dari 45 Negara yang berhasrat pramukanya bisa tampil di sesi International Night, Pramuka Kutim ternyata lolos seleksi bersama 27 Negara lainnya. Acara International Night memang digelar sebagai ajang peserta menampilkan kesenian tradisional negaranya masing-masing. Khusus kesempatan emas tersebut, Kutim yang mewakili Indonesia menampilkan Tari Eksotika Dayak. Yakni tari adat dayak yang sedikit dimodifikasi. Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama tempat Pramuka Kutim menari. Menyaksikan dinamika keindahan tari tradisional asli Borneo tersebut.

"Alhamdulillah penampilan sangat baik, anak-anak kita (penari dari Pramuka Kutim) sanggup menari dengan indah. Sehingga mendapat aplaus luar biasa dari seluruh peserta jambore," kata Pimpinan Kontingen Pramuka Kutim Syafruddin, dilokasi acara, Jumat (3/7/2018) malam.

Syafruddin menegaskan bahwa penampilan apik para penari dari pramuka Kutim tak lepas dari binaan yang dilakukan Ketua Kwarcab H Kasmidi Bulang. Dia berharap, melalui penampilan tari dimaksud, kesenian dan budaya tradisional Kutim semakin mendapat tempat serta dikenal oleh masyarakat internasional.

Yolan selaku Pembina Pendamping menambahkan, adik-adik pramuka didikannya mulai tampil saat malam menjelang atau setelah pukul 20.00 waktu Korsel, dihari kelima jambore.

"Tarian eksotika dayak ini menceritakan tentang para gadis dayak yang sedang riang gembira pada masa muda mereka," jelasnya.

Tarian berdurasi selama 3,02 menit dengan proses latihan hampir sebulan. Sebelum tampil, penari Kutim mesti ikut pretest atau seleksi ketat. Tarian ditampilkan oleh 7 penari remaja perempuan, sedangkan pramuka laki-laki memainkan musik dan menyiapkan kelengkapan lainnya. Penampilan para Pramuka Kutim di International Night turut disaksikan Pimpinan Kontingen Pramuka Kutim Syafruddin bersama kakak pembina lainnya seperti Syahrir, Supratman, Nur Rahmi Asmalia. (hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58