Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Imunisasi MR Di Kutim Berjalan - Sambil Menunggu Fatwa MUI Keluar Sosial & Kesehatan

Wakil Bupati Kutim Saksikan Pelaksanaan Imunsisai MR Belum Lama Ini, Di SMP Negeri 1 Sangatta Utara (Wak Hedir/Humas)



SANGATTA - Banyak informasi yang beredar melalui media masa belum lama ini, mengenai dampak yang dialami anak, usai mendapatkan vaksin measles rubella (MR). Kepala Dinas Kesehatan Kutim melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kutai Timur, dr Yuana Sri Kurniawati mengatakan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar (HOAX) dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. 

Menurut dr Yuwana, ada oknum-oknum yang sengaja menyebarkannya informasi tersebut, untuk menimbulkan keresahan di masyarakat. Jadwal imunisasi vaksin MR terus dilanjutkan, terang dr Yuwana. Namun, Dinkes juga menghargai orang tua yang belum mau anak di imunisasi, karena belum adanya sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sejak tanggal 3 Agustus lalu, kita sudah mulai mengkampanyekan imnusasi measles rubella (MR) dan melaksanakannya di Sekolah – Sekolah. Namun kita juga memberikan kesempatan bagi orang tua yang belum mau anaknya di imunisasi sampai keluarnya fatwa MUI,” pungkas Yuwana.

Yuwana menambahkan, dari 103. 213 anak jumlah yang ditargetkan (sesuai dengan jumlah anak usia 9 bulan – 15 tahun di Kutim), imunisasi yang telah dilakukan baru mencapai 9 persen. Ia bersyukur dari keseluruhan anak yang sudah mendapat imunisasi itu, tidak ada keluhan yang berlebihan. 

“Rata-rata hanya mengeluhkan demam saja, hal tersebut memang lumrah terjadi pada anak yang baru diimunisasi, tapi tidak ada yang sampai lebih dari itu seperti pingsan atau kejang,” ungkap dr Yuwana.


Untuk dikeatahui, berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Mejelis Rubella Fase 2, ada beberapa hal yang disampaikan, diantaranya pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syari’I dilakukan secara professional sesuai ketentuan teknis. Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan sapek kehalalan dan/atau kebolehan vaksin secara syari’I diundur sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR. Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memilih menunggu terbitnya fatwa MUI tentang imunisasi MR, agar dapat memperolah imunisasi MR pada kesempatan berikutntya sampai akhir bulan September 2018. (hms15)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58