Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pramuka Indonesia Jadi Perhatian - Masuk Tiga Besar Pionering Jambore Korsel Pendidikan

Pramuka dari kontingen Indonesia, dua diantaranya dari Kwarcab Kutim sukses masuk tiga besar terbaik lomba pionering jambore korsel. (Ist)



MOUNT SORAK, KOREA SELATAN- Hari ketiga di Jambore International Petrol ke V di Chungbuk, Mount Sorak, Korea Selatan, para pramuka delegasi Indonesia dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kutai Timur (Kutim) turut mengikuti kegiatan pionering, bersama puluhan puluhan regu pramuka dari negara peserta lainnya . Kontingen Indonesia, beberapa diantaranya dari Kutim, menjadi salah satu kontingen yang ikut dari beberapa Negara. Seperti Thailand, China, Korea Selatn hingga Srilanka.

"Kontingen Indonesia diwakili oleh 10 orang. Leader kontingen Indonesia di kegiatan pionering dalah Zulvi Aviv Julian dari Kwarcab Kutim. Didukung 1 pramuka putri Kwarcab Kutim, 5 dari Kwarcab Bandung, 2 Kwarcab Kendari serta 1 perwakilan Kwarcab Banyumas," sebut Ketua Kontingen Pramuka Kutim Syafruddin didampingi Zulvi Aviv di lokasi kegiatan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00-15.00 waktu Korsel. Dimulai dengan briefing dari panitia tentang kriteria penilaian dan bahan-bahan pembuat pionering. 

Zulvi Aviv selaku leader Regu Pramuka Indonesia menambahkan, bahwa dalam kegiatan pionering tersebut regu pramuka bebas memilih beberapa bambu dan tali yang disedikan oleh panitia. Walau mengaku kesulitan karena tidak disediakannya alat pemotong bambu dari subcamp, namun semangat regu pramuka Indonesia tak kendur. Dengan kreatifitas dan kerjasama tim yang baik, bambu-bambu panjang berukuran sekitar 8 meter terus dirakit. Merangkai pionering di bawah terik matahari dengan suhu sekitr 36 derajat celcius. 

"Kontingen Indonesia adalah kelompok tercepat yang menyelesaikan pionering. Sebelum makan siang kami telah selesai (merskit pionering) atau sebelum pukul 12.00 (waktu Korsel)," ujarnya bangga.

Momen kegiatan hari itu semakin memyenangkan, sebab kontingen Indonesia menjadi salah satu peserta yang paling menyedot perhatian. Apa sebab? Ternyata Kontingen Indonesia berhasil mendirikan pionering tertinggi dibandingkan peserta lainnya. Karenanya kontingen Indonesia berhasil masuk kedalam tiga pionering terbaik. 

"Namun sayang yang mendapatkan penghargaan terbaik adalah Korea Selatan. Tapi itu bukan masalah, karena yang terpenting adalah pengalaman dalam kegiatan," katanya.

Karena masuk tiga peserta terbaik, maka kontingen Indonesia berhak atas patch khusus sebagai penghargaan dalam kegiatan. 

Untuk diketahui ponering adalah salah satu materi pramuka yang mempelajari tentang pemodelan suatu objek dengan menggunakan peralatan tongkat/ stik (tongkat pendek) dan tali. Bentuk dan model dari pionering sendiri itu bermacam-macam. Contoh sederhana adalah bentuk dragbar, jemuran, tiang bendera dan lain-lain. Contoh yang lumayan sulit/rumit seperti menara pengintai, menara isyarat, bentuk gapura dan beberapa bentuk lainnya. 


Bertujuan memberi informasi, ilmu baru, dan mengasah keterampilan peserta dalam membuat sebuah model suatu objek sederhana, yang nantinya dapat diaplikasikan dikehidupan pada saat dan sesudah kegiatan kepramukaan. Memberi manfaat seperti memupuk rasa kebersamaan, kekompakan, dan kerjasama yang baik antar peserta. Dapat diterapkan pada saat situasi genting maupun P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Serta memproyeksi pemikiran peserta dalam merancang suatu objek sebenarnya (bukan model). (hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58