Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Disdik dan Kepsek Satukan Pemahamanan - Melalui Sosialisasi Sisdur BOS Pendidikan

Plt Roma Malau Saat Memberikan Arahan Dalam Sosialisasi Sistem dan Prosedur Pengelolaan BOS Bagi Para Kepala Sekolah Di Kutim. (Wak Hedir/Humas)


SANGATTA - Setelah memberikan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan Bantuan Operasional  Sekolah Daerah  (BOSDA) dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS)  berbasis teknologi informasi, kepada operator sekolah dan bendahara, di satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di lingkungan Dinas Pendidikan Kutai Timur (Timur), yang telah dilaksanakan di Samarinda pada Mei 2018 lalu, disamping itu, Disdik jugs rutin melakukan pendampingan di Kecamatan - Kecamatan  bagi operator dan bendahara sekolah. 

Sabtu (15/9/2018) kemarin, Disdik kembali menggelar sosialisasi sistem dan prosedur BOS tahun anggaran 2018, yang dibuka resmi Plt Dinas Pendidikan Kutim Roma Malau di ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG), Pusat Perkantoran Bukit Pelangi. Sosialisasi  kali ini, diikuti 298 peserta yang  terdiri  dari kepala sekolah negeri dan kepala sekolah swasta yang ada di wilayah Kutim. 

Menurut Plt Kepala Disdik Roma Malalu, kegiatan tersebut untuk mengenalkan sistem pengelolaan BOSDA dan BOSNAS kepada para kepala sekolah, agar mereka memahami dan memiliki pengetahuan yang sama dalam perencanaan penganggaran, penatusahaan dan pembukuan dalam pengelolaan dana BOS. 

"kegiatan ini bertujuan untuk penyempurnaan laporan pertanggungjawaban, baik Bosda maupun Bosnas. Sehingga dalam membuat laporan (SPJ) dapat tertib sesuai dengan peraturan Kemendikbud nomor 1 tahun 2018 tentang petunjuk teknis pengelolaan dana BOS, " sebut Roma.

Dia berharap, setelah mengikuti kegiatan itu, akan ada sinkronisasi  antara operator, bendahara dan kepala sekolah dalam pengelolaan dana BOS. Serta semua laporan pertanggungjawaban dapat dilakukan secara akuntabel  efisien dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Lebih jauh dikatakan, ada 4 buku yang dibekali kepada para kepala sekolah ini, yaitu buku tentang petunjuk teknis pelaksanaan operasional sekolah, sesuai dengan peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  nomor 1 tahun 2018. Surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  tentang penunjuk teknis, perencanaan  penganggaran dan penatausahaan serta pertanggungjawaban dana BOS. Dari Disdik ada peraturan Bupati nomor 41 tahun 2017.

"Jadi tidak ada lagi kata Kepala Sekolah tidak bisa, semua sudah kita berikan baik itu pelatihan maupun buku panduannya. Karena, Kepala sekolah adalah leader. Jadi, kepala srkolaj harus bisa memahami manajemen sekolah," tegas Roma. 

Narasumber kegiatan tersebut dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Provinsi Kaltim, Reccky Cassano dan Muhammad Hasbi dari Inspektorat Wilayah (ITWIL) Kutim. (hms15)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58