Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Kemarau, Warga Ranpul Panen Semangka Pertanian

Camat Rantau Pulung, Mulyono melakukan panen raya semangka bersama para petani di Desa Manunggal Jaya


SANGATTA- Musim kemarau saat ini menjadi berkah bagi Petani di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sepekan ini mereka panen raya buah segar yang berair yang biasa disebut semangka.  

Ada dua varian semangka yang di tanam para petani di Desa Manunggal Jaya, yakni semangka merah yang sudah familiar dikenal oleh masyarakat luas dan ada semangka yang isinya berwarna kuning yang dikenal oleh para petani dengan nama semangka inul.

“Masyarakat di Desa Manunggal Jaya kini antusias menanam semangka inul, karena selain biaya pemeliharaannya murah dan tidak sulit hasilnya juga cukup menjanjikan,”jelas Camat Rantau Pulung Mulyono.

Semangka yang namanya sama dengan nama penyanyi dangdut fenomenal asal Pasuruan ini kini menjadi primadona bagi petani Desa Manunggal Jaya. Di desa ini, bibit semangka inul termasuk jenis baru yang dikembangkan. Di musim kemarau saat ini hampir semua petani memilih menanam semangka. Karena buah ini banyak diburu agen-agen buah dari Kutim, Berau maupun daerah lainnya.
 
Semangka inul bisa dipanen tiga kali dalam satu musim tanam (58-67 hari). Produktivitas buah ini sangat bagus, karena tidak terserang hama. Untuk satu kali panen di lahan seluas tiga hektar, bisa dipetik puluhan ton dengan harga jual per kilo Rp 4.000. Sementara modal yang dikeluarkan dari awal tanam bibit, pemeliharaan dan panen jauh dibawah harga jual. 

“Jika rata-rata per hektar dalam satu musim tanam bisa panen 7 ton dengan harga di pasaran Rp 4000 per kilo, maka sekali panen mencapai Rp 28 juta, berarti sebulan bisa mendapat Rp 14 juta. Dikurangi dengan biaya operasional jadi bersihnya rata-rata Rp 8-9 juta,” jelas Mulyono.

Camat Rantau Pulung Mulyono sangat mengapresiasi para petani di kecamatannya karena telah berhasil membudidayakan semangka inul ini. Pemeliharaannya tidak sulit dan telah terbukti mampu berproduksi secara bagus.

“Sekarang tinggal bagaimana teknis pemasarannya. Jangan sampai hasil melimpah tapi produk tidak laku di pasaran,” sebut Mulyono.(hms11)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58