Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Avrum, Putra Asli Kutim Dengan Nilai Tertinggi IGCSE Se-Dunia Pendidikan

Avrum memiliki prestasi membanggakan se-dunia, menyalurkan bakatnya untuk membantu orang-orang yang kesusahan dengan berbagai teknologi canggih ciptaannya. (Foto Santos For Humas)
 
 
SANGATTA- Lahir dan dibesarkan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, tidak membuat Avrum Noor lupa asal-usulnya sebagai putra daerah asli Kutai Timur (Kutim). Dari tangannya, telah banyak lahir teknologi dan inovasi canggih yang bermanfaat untuk bangsa, terutama bagi daerah tertinggal seperti tempat asal-usulnya, Kutim.

Pada usianya yang masih 17 tahun, telah banyak kegiatan sosial yang dilakukan Avrum. Kegiatan sosial Avrum Noor berawal dari menjadi bagian Youth Trasnformation pada 2015 lalu, menyelamatkan para korban perdagangan anak di India dan mendirikan Prima Touch Org. Yakni, suatu wadah bagi korban perdaganan anak untuk diberikan kesempatan mandiri. Yaitu, belajar membuat produk, seperti sabun mandi. Agar mereka punya keahlian dan bisa menjadi mata pencaharian. Avrum juga pendiri Prima Touch Indonesia. 

Anak dari pasangan Santos Ibrahim Noor dan Elizabeth Wisan itu ternyata serius dalam menjalankan aktivitas sosial. Perjalanannya tak lepas dari filosofi dan pola didik orang tuanya. Avrum selalu mempunyai pandangan, bahwa ilmu yang dipelajarinya harus berguna bagi masyarakat secara langsung. Tak sampai di situ, dia juga mencoba menciptakan water filtration system, yaitu sistem penyaringan air bersih untuk sekolah di pedalaman.

“Ciptaannya itu berawal dari tidak layaknya kondisi air bersih di SD yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit tempat saya bekerja. Akhirnya dia mencoba membuat water filtration system dari bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar lokasi,” ungkap Santos.

Santos menambahkan, sewaktu usianya 15 tahun Avrum memeroleh nilai tertinggi di Indonesia sekaligus dunia untuk international general certificate of secondary education (IGCSE) dalam mata pelajaran matematika dan kimia. 

Lebih spesifik Avrum menjelaskan, alat ciptaannya tersebut sudah digunakan di empat sekolah yang berada di pedalaman Kaltim. Yaitu SD Teladan Prima 01 di Talisayan Estate (Berau), SD Teladan Prima Benua Baru di Benua Baru Estate (Kutim), dan SD Filial 008 Kaubun di Bukit Permata Estate (Kutim).

Avrum juga memberikan informasi mengenai cara pembuatan dan contoh gambar water filtration system secara cuma-cuma di www.cleanwaterindonesia.com, supaya semua orang dapat membuatnya serta merasakan air bersih dengan lebih mudah dan murah.
Pada masa akhir SMA sebelum masuk universitas, Avrum mendirikan Limbcarnation Prosthetic (suatu klub sekolah yang dibentuk untuk merancang prosthetic dengan menggunakan teknologi 3D Printer). 

Avrum mengaku, dia sendiri yang mendesain dan membuat tangan serta kaki untuk anak-anak kurang mampu. Termasuk juga orang-orang dewasa yang berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan (disabilitas) atau mengalami kecelakaan sehingga tangan dan kaki lumpuh. Dia mempersilahkan siapa saja untuk mengetahui informasi lebih detil mengenai kegiatannya di www.limbcarnationprosthetics.org. (*/hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58