Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

37 Pengungsi Palu Donggala Ke Kutim - Ismu Usulkan Daerah Penampungan Sosial & Kesehatan

SIMBOLIS: Ketua GP Ansor Kutim Zainul saat menyerahkan secara simbolis bantuan korban gempa tsunami palu ke Bupati Ismunandar disaksikan Kepala Markas PMI Kutim Wihelmus (paling kanan). Foto: Irfan/humas


SANGATTA-Korban gempa tsunami Palu Donggala memilih Kutai Timur (Kutim) sebagai tempat tujuan mengungsi. Ini sudah masuk daftar lapor di Markas PMI Kutim. 

Dikatakan Kepala Markas PMI Kutim, di saat momen penyerahan bantua korban Palu oleh GP Ansor Kutim secara simbolis ke Bupati Ismunandar di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Rabu, (10/9), Wihelmus menyampaikan, selain 31 pengungsi gempa dan tsunami, yang masuk ke Kutim pada Selasa kemarin, ada juga penambahan pada hari ini yaitu sebanyak 6 orang.

“Jadi total keseluruhan ada 37 orang, diantaranya tujuh orang anak-anak,” jelasnya.

Wihelmus menambahkan, sejauh ini, PMI Kutai Tim baru melakukan pendataan bagi pengungsi melapor ke Pos PMI,  selanjutnya akan melakukan pengecekan ke Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan, untuk mengkonfirmasi identitas dari korban palu yang masuk ke Kutai Timur. 

“Seluruh pengungsi palu yang masuk ke Kaltim, terdata terlebih dahulu dipintu masuk, yakni Balikpapan, baik menggunakan pesawat maupun kapal laut. Hal ini sebagai pengecekan apakah mereka benar-benar korban, dari gempa palu dan Donggala. Jangan sampai ada yang mengaku saja untuk mendapatkan bantuan,” tambahnya.

Selain memberikan bantuan kepada ketiga puluh tujuh korban palu tersebut, nantinya PMI juga akan melakukan pendampingan untuk menghilangkan trauma, dari kejadian yang baru saja mereka lewati.

Sementara itu, Bupati Kutim Ismunandar mengusulkan daerah penampingan untuk para pengungsi yang ingin bermukum di Kutim. Dalam arahannya Ismu akan segera melakukan koordinasi terlebih dahulu, dengan Dirjen Transmigrasi dan Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang

“Jika nanti disetujui, maka akan dilakukan kerjasama. Nantinya kita melakukan pengecekan dimana saja lahan di Kutim bagusnya ya didaerah pesisir, yang masih kosong. Misalnya saja mereka mau ditempatkan di Kecamatan Sandaran, jadi nanti akan disiapkan lahan dan juga bibit tanaman yang akan mereka kerjakan di sana,” terang Ismu.

Hal ini menurut Ismu dilakukan atas dasar kemanusian, terlebih antara Palu dan Kutim hanya bersebrangan saja, dan terhitung sangat dekat. Selain itu banyak dari mereka yang masih trauma dan tidak mau kembali ke daerah asal.

“Kecamatan yang diperkirakan dapat digunakan untuk menampung, yakni daerah-daerah pesisir juga bisa seperti Kecamatan Kaubun dan Rantau Pulung,” tutupnya. (hms13)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58