Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pulau Miang Sudah “Terang” - Ada PLTS, Warga Tak Lagi “Stres” Pertambangan & Energi

Desa Pulau Miang, jika melihat keadaannya kini ternyata sudah jauh berbeda dari waktu sebelumnya. Pulau Miang sekarang sudah “terang”, baik siang maupun malam. Berkat program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (fuji humas)
 
 
SANGATTA- Melalui Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu (Gerbang Desa Madu) yakni program Desa Membangun, daerah-daerah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggeliat melaksanakan pembangunan. Terutama di desa-desa yang menjadi “nadi” percepatan pembangunan daerah. Contohnya Desa Pulau Miang, jika melihat keadaannya kini ternyata sudah jauh berbeda dari waktu sebelumnya.

Pulau Miang sekarang sudah “terang”, baik siang maupun malam. Berkat program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Masyarakat Desa Pulau Miang yang dulunya hanya merasakan listrik hanya pada malam hari, itupun hanya beberapa jam, saat ini nampak bahagia karena menikmati listrik 24 jam setiap hari.

“Jalan-jalan disekitar desa sekarang juga terang. Karena penerangan dari listrik yang dibangun pemerintah,” kata Kepala Desa Pulau Miang Majedi, belum lama ini.

Wargapun bebas menonton televisi pada siang hari tanpa khawatir mati lampu ataupun tagihan bengkak. Menurut Majedi sebelumnya warga hanya bisa pasrah karena listrik yang terbatas dari genset. Kini masyarakat tak lagai bergelut dengan gundah. Mengenakan kemeja putih, Majedi dengan senyum sumringah saat ditemui menjelaskan bahwa dengan adanya PLTS, warga bisa lebih menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, setiap keluarga mendapat distribusi listrik sebesar 600 watt, namun hanya membayar biaya bulanan senilai Rp 30.000. Sangat jauh bila dibandingkan dengan menggunakan generator set (genset), dengan penyaluran listrik tak maksimal, tetapi warga mesti menanggung pembayaran beban listrik antara Rp 300-400 ribu setiap bulannya. Itupun masih sering byar pet karena sering rusaknya genset.

Untuk mengoperasikan PLTS di Pulau Miang, menurut Majedi, pihaknya menugaskan tiga teknisi dan satu warga yang membantu menjaga kebersihan sekitar lokasi PLTS.

“Ada sisa daya yang memang tidak digunakan agar PLTS tetap awet dan tak gampang rusak,” kata Majedi dan dibenarkan oleh Malok, warga paruh baya yang menjaga kebersihan PLTS.

Saat ini katanya, sudah lebih dari 120 KK dapat merasakan listrik 24 jam sehari. Nantinya dia berupaya memohon program serupa untuk menerangi belasan rumah warganya yang lain. Berlokasi diseberang lautan berdekatan dengan Desa Bual-Bual Kecamatan Sangkulirang. PLTS dimaksud berada dipuncak bukit berhadapan langsung dengan matahari pagi hingga jelang sore hari. Memiliki daya listrik sebesar 50 kWp distribusi dari jejeran panel surya. (hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58