Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Cakupan Pelayanan Air Bersih di Kutim Sudah 67,08 Persen Kutai Timur

Bupati Kutim Ismunandar saat meresmikan WTP Kudungga. (Humas PDAM Kutim for Humas Pemkab Kutim)

SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus berupaya meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Sampai 2017 lalu telah terbangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh kecamatan dan beberapa desa. Baik PDAM maupun yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

Dalam pidato resmi Rapat Paripurna Istimewa I 2018 menyambut HUT ke 19 Kabupaten Kutim, Kamis (11/10/2018), di hadapan anggota DPRD Kutim, Bupati Ismunandar menjelaskan bahwa PDAM telah memberikan cakupan layanan ke 39 desa dengan jumlah penduduk yang terlayani mencapai 249.701 jiwa. Sedangkan melalui program PAMDES dan Penyediaan Air Minum Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) telah terbangun 20 unit di 20 desa dengan cakupan penduduk yang terlayani mencapai 31.120 jiwa. Dengan demikian jumlah cakupan mencapai 59 desa dengan total penduduk yang terlayani sebanyak 280.821 jiwa atau 67,08 persen. Meningkat dibandingkan 2016 sebanyak 252.131 atau 49,42 persen dari total penduduk. 

Ismunandar menjelaskan, masih banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dalam memenuhi secara ideal fasilitas dasar seperti kebutuhan air bersih, akses sanitasi, kesehatan, pendidikan, jalan dan listrik. Salah satu diantaranya adalah luasnya wilayah Kutim dan penyebaran penduduk yang belum merata.

“Dilihat dari luas cakupannya memang masih jauh dari ideal, karena baru mencakup 59 dari 139 desa yang ada di Kutim. Tapi jika dihitung secara persentasi penduduk cukup tinggi. Untuk kawasan perkotaan seperti Sangatta Utara dan Selatan sudah lebih dari 80 persen,” jelas Ismunandar.
 
Kesulitan aksebiltas masyarakat untuk mendapatkan pelayanan air bersih melalui PDAM coba dipenuhi dengan program PAMSIMAS dengan memanfaatkan potensi desa dan menggerakkan masyarakat desa. Dengan Program PAMSIMAS ini, diharapkan masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan air bersih dan sanitasi yang berkesinambungan. 

“Ini juga berkaitan dengan pola hidup bersih dan sehat,” jelas Ismu. 

Ayah dua putri ini juga menambahkan, pada 2018 ini ada beberapa desa yang mendapat anggaran dari APBN untuk program PAMSIMAS. Yakni Desa Cipta Graha di Kecamatan Kaubun dan Desa Kebun Agung di Kecamatan Rantau Pulung. Sedangkan melalui APBD Kutim, yakni Desa Melan di Kecamatan Long Mesangat dan Desa Rantau Makmur Kecamatan Busang. (hms4)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58