Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pelatihan Batik Kutim Usung Kekhasan Lokal, Peluang Lahirkan Pengusaha Baru Kutai Timur

PRODUK: Ismunandar membubuhkan cat dari canting ke kain sebagai proses simbolis pelatihan membatik khas kutim. (Foto: Irfan/humas)



SANGATTA-Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar membuka pelatihan membatik gelaran Dinas Pariwisata (Dispar) bersama Gerakan Organisasi Wanita (GOW) di Lamin Etam, Taman Venus, kawasan Bukit Pelangi, Rabu (7/11). Ada 50 peserta ikut dalam kegiatan ini.

Dalam arahannya Ismu menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan ini pasalnya konsekuensi Pemkab, opd terkait, hingga organisasi masyarakat untuk ikut bertanggung jawab melestarikan dan mengembangkan batik khas kutim yaitu wakaroros.

“Lewat pelatihan membatik, peserta diajarkan proses secara bertahap. Hasilnya nanti mereka mengerti alur membatik mulai dari nol hingga proses finishing dan menjadi sebuah produk kain batik,” terang Ismu didampingi pelaksana tugas Kadispar Suparto, dan Kadisperindag Edward Azran.

Ditambahkan Ismu, sebentar lagi momen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)VI Kaltim di Sangatta sudah didepan mata. Dia pun mengusulkan Disperindag dan Dinas Koperasi dan UKM selaku opd teknis bisa memanfaatkan momen ini.

“Jika bisa buat perencanaan produksi massal batik kutim bisa menjadi ajang promosi untuk lebih terkenal. Kita perlu punya identitas kekhasan dalam produk andalan ini. Contoh saja keekslusifan batik. Jika kita ke papua mereka punya batik cap, produknya juga mengambil bahan baku dari Pekalongan, tapi tidak dijual di Jawa. Jadi, pembeli hanya bisa membeli hanya di Papua. Ini bisa dicontoh Kutim, tidak ada Mucuproduk bajakan,” paparnya.

Ismu juga menyarankan lewat pelatihan membatik yang menghasilkan karya dapat menjadi sumber pendapatan hasilnya muncul pengusaha maupun wiraswasta di Sangatta tertarik memasarkan batik. Nilai seni juga diperhatikan menjadi ajang promosi. Jika bisa setiap kecamatan juga dirangsang ada hasil khas batik untuk menujukkan informasi daerahnya.

“Ini menjadi upaya memberikan ilmu pengetahuan dari instruktur yang sudah berpengalaman kepada peserta dengan peluang tenaga kerja, dan kemandirian meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan,” tutupnya. (hms13)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58