Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Untuk Pengembangan Sektor Peternakan - Ismu Serahkan Sapi, Lebah dan Ayam Kampung Pertanian

Bupati Kutim H Ismunandar didampingi Wabup H Kasmidi Bulang, Kadistan Sugiono serta manajemen PT KPC saat menyerahkan bantuan ternak secara simbolis di BPPUTK. (Fuji humas)
 
 

SANGATTA- Pengembangan sektor peternakan sebagai bagian pembangunan sektor agribisnis terus mendapat perhatian Bupati Kutim H Ismunandar. Untuk itu disela-sela acara serah terima program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) yakni stimulan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) 2018 untuk Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Bupati turut menyerahkan bantuan ternak hibah Dinas Pertanian tahun anggatan 2018.

Bantuan diserahkan simbolis kepada kelompok tani oleh Bupati di Bumi Pelatihan dan Perxontohan Usaha Tani Konservasi (BPPUTK) Kilometer 3, Sangatta Utara, Rabu (7/11/2018). Penyerahan bantuan disaksikan pula oleh Wabup H Kasmidi Bulang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Suwandi, Kadiskop UKM Husaini, Kadis Pertanian Sugiono, Kadisperindag Edward Azran, Kadiskes dr Bahrani dan beberapa pejabat lainnya. Berikutnya manajemen PT KPC, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta BUMDes, para pelaku UKM, kelompok tani dan penerima program dari dua kecamatan.

Penerima bantuan yakni Kelompok Tani Usaha Sejahtera KM 8 Desa Sangatta Selatan Kecamatan Sangatta Selatan dengan 15 ekor sapi. Kemudian Kelompok Tani Sari Alam Permai Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan dengan 5 ekor sapi. Tak hanya itu Bupati menyerahkan pula bantuan trigona kelulut sebanyak 100 koloni untuk Kelompok Tani atau Komunitas Masyarakat Pecinta dan Pelestari Lebah Kelulut Kutim (KMPPLKK). Terakhir bantuan ternak ayam kampung untuk Kelompok Tani Gayeng Kuak Desa Sangkima sebanyaj 100 ekor dan Kelompok Tani Harapan Bersama Desa Singa Geweh sebanyak 1.000 ekor.

"Bantuan ternak ini diharapkan dapat dikembangkan bersama (kelompok tani), sehingga menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harap Ismu.

Mengapa sekarang bantuan ternak diserahkan kepada kelompok tani? Ternyata alasannya sederhana, agar ternak yang ada dikelola bersama dan menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga bisa terhindar dari persoalan masa lalu, yakni ternak sapi banyak mati karena dirawat secara perorangan. (hms3)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58