Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Tidak Ada Rasionalisasi TK2D Pemerintahan

Bupati Ismunandar saat bertatap muka dengan Keroan Kerukunan TK2D dan Honorer Zona 3 Kutim di ruang kerjanya (Alvian Humas) 
 
 

SANGATTA- Tidak ada rasionalisasi bagi Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di Kutai Timur. Hal itu ditegaskan Bupati Ismunandar saat hearing dengan Keroan Kerukunan TK2D dan honorer zona tiga Kutai Timur di ruang kerjanya, Rabu, (7/11). 

Rasionalisasi TK2D, Ismunandar menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tidak akan mengambil kebijakan untuk merasionalisasi TK2D. “ Tidak perlu resah dengan informasi yang menyebutkan akan adanya rasionalisasi, teruslah bekerja dengan baik dan disiplin. 

Dalam kesempatan tersebut, Ismunandar mengingatkan para TK2D jangan mudah terprovokasi dengan berita yang belum tentu benar, apalagi dari sumber yang tidak jelas. Ia juga mengimbau forum TK2D jika ada hal yang ingin disampaikan silakan bertemu langsung dan berdiskusi bersama bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang menyangkut TK2D.

“ Selalu ada ruang dan kesempatan yang diberikan untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi, silakan mari sama - sama diskusi mencari solusi,” ujar Ismu.

Selain rasionalisasi, Keroan Kerukunan TK2D dan Honorer zona 3 Kutim juga meminta penjelasan bupati tentang kenaikan gaji dan status honorer dinas pendidikan dan kesehatan yang belum menjadi TK2D.

Terkait dengan tuntutan kenaikan gaji yang diminta oleh TK2D, Ismu menjelaskan bahwa akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pemkab Kutim tentu sangat menginginkan kenaikan gaji TK2D, tapi saat ini kondisi keuangan belum memadai. “Tolong bersabar, jika kondisi keuangan kita sudah baik tentu pemerintah juga tidak akan melupakan peningkatan kesejahteraan pegawai termasuk TK2D dan honorer,” jelas Ismu.

Sementara terkait dengan belum terangkatnya tenaga honorer dinas pendidikan dan kesehatan, Bupati Isunandar menyarankan kepada UPT Pendidikan dan dinas terkait segera menginventarisir dan validasi data honorer kemudian menyampaikan berkasnya kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).” Jangan sampai ada lagi yang tertinggal, segera lengkapi berkasnya yang masih kurang,” ujar Ismu. (hms4)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58