Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Bupati Apresiasi Normalisasi Irigasi Swadaya Masyarakat Pertanian

Bupati H Ismunandar saat membuka normalisasi irigasi sawah di Kilometer 4 Kecamatan Sangatta Selatan. (Jani Humas)
 
 

SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) H Imunandar Selasa, (13/11/2018) membuka normalisasi irigasi sawah di Kilometer 4 Kecamatan Sangatta Selatan.

Dihadapan ratusan warga yang hadir Bupati H Ismunandar mengapresiasi atas inisiatif warga yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kampung Hijau (K3H) secara bergotong royong melakukan normalisasi sawah.

"Atas nama pemerintah daerah saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih apa yang sudah dilakukan para warga. Untuk percetakan sawah dengan luas 200 hektare tentunya kalau dirupiahkan 1 miliar tidak cukup. Namun berkat swadaya warga dapat terlaksana,"ujar Ismu yang hadir didampingi Wakil Bupati Kasmdi Bulang.

Diharapkan apa yang dilakukan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan program Pemkan Kutim yaitu Gerakan Pengembangan Desa Mandiri Terpadu (Gerbang Desa Madu).

"Jangan sampai nanti seperti pasar malam. Ramai-ramai kita sekarang, tidak ada hasil apa-apa,"ucap Ismu.

Camat Sangatta Selatan Hasdiah juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung besar program dimaksud. Terutama kepada masyarakat dan perusahan PT KPC dan PT Pertamina yang telah mendukung kegiatan normalisasi.

"Saya berharap dengan dilaksanakannya normalisasi sebagai kembang tumbuhnya ekonomi di Kecamatan Sangatta Selatan," harap Hasdiah.

Sebelumnya ketua panita pelaksana Khairudin melaporkan, program normalisasi irigasi dilakukan sepanjang 4 kilometer. Untuk digunakan mensuplai lokasi persawahan 200 hektare. Dikerjakan secara swadaya kerja sama semua pihak. Baik dari Pemkab maupun 5 perusahaan yaitu PT Pertamina, PT PT Pama Persada, PT United Tractors dan PT Trakindo.

"Mudah-mudahan setelah jadi irigasi persawahan, lokasi yang berpotensi menjadi 500 hektare ini bisa menjadi sawah semua. Sehingga Kecamatan Sangatta Selatan bisa menjadi penghasil beras terbesar di Kutai Timur,"harapnya. 

Mewakili kelompok tani, Afandi mengatakan, dengan adanya normalisasi tentunya dapat bermanfaat positif. Pasalnya selama ini yang dikeluhkan petani penghasilan tidak normal akibat sawah sering dilanda banjir dan kemarau. Akibatnya para petani belum sejahtera. 

"Kami berterima kasih banyak program melalui kerukunaan kampung hijau yang di support pemkab dan perusahaan menurut saya sangat bermanfaat bagi para petani,"ucap Afandi. 

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bagian Humas dan Protokol Imam Sujono Lutfi, Camat Sangatta Utara M Basuni, para kepala desa dan lurah di Kecamatan Sangatta Selatan, perwakilan manajemen perusahaan serta tokoh masyarakat. (hms10)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58