Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pemkab Bakal Gelar Expedisi Kutim III - Ekpose Eksotisme Pulau Bira-Birahan Pariwisata

 Wakil Bupati Kasmidi Bulang memimpin persiapan ekspedisi III ke Pulau Bira-birahan, Desa Manubar Kecamatan Sangkulirang diruang arau kantor bupati. (Alvian Humas)
 
 

SANGATTA- Sukses menyelenggarakan Eskpedisi Kutim I di Karst Sangkulirang dan Eskpedisi Kutim II di Hutan Lindung Wehea, dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pariwisata bakal kembali menggelar Ekspedisi Kutim III akhir tahun ini. Destinasi yang menjadi target promosi kali ini adalah Pulau Bira-Birahan yang terletak di Desa Manubar, Kecamatan Sandaran. Tujuan ekspedisi tentunya mengenalkan secara luas potensi pariwisata bahari dan kekayaan biota bawah laut serta penangkaran penyu sisik yang ada di pulau indah dengan pantai pasir putih tersebut.

“Masyarakat memang belum banyak yang mengenal kawasan ini (Bira-birahan) sehingga perlu promosi. Makanya tim ekspedisi juga akan mengajak beberapa media dan komunitas fotografi serta pecinta alam untuk ikut dalam ekspedisi ini,” jelas Wakil Bupati Kasmidi Bulang saat memimpin persiapan dan pembentukan tim ekspedisi di ruang Arau Kantor Bupati, Kamis (15/11/2018).

Dalam persiapan ekspedisi ini ada beberapa agenda yang rencananya akan dilaksanakan. Diantaranya bersih-bersih pantai, pemasangan papan Sapta Pesona, perbaikan dermaga, diskusi, memancing, berenang, snorkeling, diving, lomba foto dan kalau beruntung bisa melihat habitat penyu sisik.

“ Tim mengajak media dan fotografer agar seluruh potensi wisata yang ada di Bira-Birahan bisa dieskplore dan disebarluaskan ke media cetak dan sosial. Ini tujuan utama eskpedisi kali ini supaya masyarakat memiliki informasi awal sebelum berwisata ke Bira-birahan,” ujar Kasmidi.

Kasmidi menambahkan bahwa tim ekspedisi juga bekerjasama dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) Sangatta dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia. Peserta akan dibatasi karena tim ekspedisi menggunakan KAL Kudungga. Maksimal 50 peserta, lebih dari itu “overload”. Tapi kalau ada pihak lain yang mau ikut, bisa mencapai lokasi melalui Desa Manubar atau pelabuhan Sangkulirang.

Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bira-Birahan, karena lokasinya jauh dari kota, maka dibutuhkan waktu dan stamina ekstra untuk menuju lokasi. Masyarakat bisa melalui jalur darat melalui Kecamatan Sangkulirang menuju Desa Manubar ibukota Kecamatan Sandaran. Kemudian melanjutkan dengan speed boat kurang lebih 15 menit atau melalui pelabuhan Sangkulirang langsung menuju Pulau Bira-Birahan dengan menyewa kapal nelayan setempat dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam. (hms4)


Berita Terkait



Tiba Di Makkah, Wabup Sambangi Calhaj Kutim - Berharap Rangkaian Ibadah Haji Lancar

Wabup Kasmid...

Selasa, 29 Agustus 2017 12:04:22

Kasmidi : Waspada Potensi Disintegrasi Bangsa

Foto bersama...

Rabu, 4 Oktober 2017 12:53:28

Temui Warga,Wabup Lesehan di Halaman Kantor Bupati

KEBER...

Selasa, 24 Oktober 2017 09:21:58

Fraksi Golkar Beberkan Pandangan Terkait 4 Raperda OPD di Minta Pro Aktif

USULA...

Jumat, 17 November 2017 09:54:04