Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Pemberdayaan Produk Lokal - “One Village More Than One Ethnic Product” Umum & Ekonomi

Launching “Program One Village More Than One Ethnic Product Bernilai Ekonomi Secara Sustainable di Kutai Timur (Kutim)” yang dipelopori Dinas Kebudayaan. (Fuji Humas)
 
 

SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memiliki visi dan misi terwujudnya kemandirian daerah melalui pembangunan agribisnis dan agroindustri. Salah satu misinya adalah mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui penguatan komoditas dan produk unggulan desa pada sektor agribisnis dan agroindustri. 

Selanjutnya guna mengaplikasi hasil kunjungan kerja TP PKK Kutim di Deli Serdang, Sumatera Utara tahun lalu, Pemkab Kutim melalui Dinas Kebudayaan berkolaborasi dengan TP PKK Kutim mendesain program untuk meningkatkan serta mewujudkan kemandirian masyarakat secara ekonomi. Program Perubahan “Program One Village More Than One Ethnic Product Bernilai Ekonomi Secara Sustainable” menjadi program kerjasama lintas sektoral untuk mewujudkan visi misi tersebut. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan kekayaan dan kearifan lokal. Seperti tumbuh-tumbuhan yang bisa dibuat obat atau diolah menjadi produk makanan dan lain-lain.

Mewakili Bupati Kutim H Ismunandar, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Jumairilsyah, menyampaikan apresiasi untuk program yang diluncurkan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sangatta Selatan, Rabu (21/11/2018) ini.

“Setelah ini perlu dilakukan koordinasi intensif guna merumuskan metode pelaksanaan program agar program berjalan lancar dan sukses,” pintanya.

Menurutnya di Kutim banyak produk kearifan lokal, namun sayangnya hanya dikembangkan secara individu. Untuk itu perlu dipikirkan pangsa pasar dari seluruh produk yang sudah dihasilkan tersebut. Dia menyebut saat ini masih banyak produk lokal yang belum bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Padahal, kata Jumairil, seharusnya produk lokal mesti tampil didaerahnya sendiri dalam setiap kegiatan.

Dia berharap kedepan perlu digali juga potensi lainnya. Melibatkan seluruh instansi terkait agar lebih bersinergi. Selanjutnya pengembangan produk kearifan lokal dengan pilot project di Dusun Rindang Benua bisa diimplementasikan di kecamatan lainnya di Kutim. 

“Sehingga dapat mempercepat kemajuan perekonomian daerah,” tambahnya.

Sekretaris Disbud Nurullah selaku Plt Kadisbud menyebut program ini bertujuan mengangkat produk lokal ketingkat nasional bahkan hingga internasional. Pemerintah Pusat dan Daerah tentu akan mendukung program positif seperti ini.

“Proyek Perubahan ini merupakan kolaborasi dan bersinergi antara DPRD Kutim, Bappeda, Bagian Hukum, Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Perdangangan, Dinas Koperasi dna UKM, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Tim Penggerak PKK khususnya Sekretariat dengan Dasawismanya. Pokja II dengan pembentukan UP2K, Pokja III dengan Pangan dan Pokja IV dengan TOGA-nya dan yang besar andilnya adalah pihak Pihak,” jelasnya.

Selanjutnya, PT Kaltim Prima Coal sebagai pendamping melalui Community Empowerment Departement dan Conservation Agribusiness Development. Berikutnya dukungan perusahaan swasta seperti PT Pama Persada, PT Trakindo serta BPR Kutim,” jelasnya. Kedepan program ini nantinya akan mendukung  pengembangan desa yang mandiri.
Program inipun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Diantaranya Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin dan Kepala Desa Sangatta Selatan H Sjaim. Keduanya berharap program ini berkelanjutan dan memberi manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sehingga otomatis dapat mendukung kemajuan perekonomian daerah. (hms3)




Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58