Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Diskominfoperstik Latih 20 Operator - Untuk Administrasi Keamanan Jaringan dan Server Pemerintahan

Pelatihan pengelolaan administrasi kemanan dan server yang diikuti 20 peserta berasal dari perwakilan sejumlah instansi. (Ist)
 
 
SANGATTA- Good governance (pemerintahan yang baik) sangat identik dengan pemerintahan yang transparan (terbuka). Keterbukaan informasi publik dijamin oleh konstitusi sesuai dengan UU nomor 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Aturan inilah yang menjadi dasar hukum bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dalam mengakses informasi publik, serta kewajiban bagi badan publik untuk memberikan informasi publik yang valid. 

Hal tersebut disampaikan Sekretrais Kabuapaten, Irawansyah saat membuka pelatihan pengelolaan admnisitrasi keamanan dan server Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik ) yang diikuti 20 peserta berasal dari perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Terpadu (BPMP-STP) serta Diskominfo Perstik di ruang Aula Diskominfo Perstik, Selasa (27/11/2018).

Lebih lanjut, Irawansyah mengatakan, ada beberapa prinsip yang harus diterapkan untuk mencapai sebuah good governance diantaranya akuntabilitas, transparansi serta partisipasi masyarakat dalam penentuan  kebijakan publik. ”Untuk itulah, Pemkab Kutim kini telah memasang  jaringan serat optik di beberapa OPD yang terkait dengan layanan publik di kawasan Bukit Pelangi. Dalam sistem jaringan serat optik ini, masyarakat bisa meminta akses informasi  yang valid mengenai suatu pekerjaan atau kegiatan,” ujar Irawansyah.

Ini sesuai juga dengan amanah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang harus dilaksanakan agar seluruh OPD yang terkait dengan layanan publik harus transparan mulai saat perencanaan anggaran hingga evaluasi pelaksanaan program,” tambahnya.

Irawansyah mengingatkan agar seluruh peserta pelatihan ini mengikuti dengan baik sehingga pada saat pelaksanaan pengelolaan administrasi keamanan server bisa berjalan dengan baik.  Keamanan server ini sangat penting agar data yang siapkan bisa terjaga dengan baik. “ Nantinya mereka yang sudah ikut pelatihan ini akan diberi sertifikat sebagai dasar pemberian insentif khusus,” ujar Irawansyah.

Sementara itu Plt Diskominfo Perstik, Darsafani menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan selama empat (27-30 November) hari, memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhakn sehingga menjadi kompeten dalam melaksanakan tugas sebagai administrator terhadap jaringan komputer beserta keamanannya.

“Usai pelatihan ini akan ada ujian dan bagi yang lulus akan memperoleh sertifikat jaringan komputer dan keamanan jaringan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Materi pelatihan antara lain desain sistem keamanan jaringan, instalasi dan konfigurasi getaway internet,layanan admistrasi serta optimalisasi kinerja jaringan.(hms4)




Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58